Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Parah, Nama Ketua Panwas Tercatat di Dua TPS

Cakrawala Lampung (CL) – Panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu) Bandarlampung menduga Petugas Pencatat Daftar Pemilih (PPDP) tidak turun ke lapangan untuk melakukan pendataan pemilih. Ini dikarenakan terdapat ratusan mata pilih yang tercatat lebih dari dua kali. Bahkan terdapat mata pilih yang tercatat di dua tempat pemungutan suara (TPS).

Hal ini disampaikan anggota panwaslu Bandarlampung bidang pengawasan Nur Rakhman Yusuf, kepada Cakrawala Lampung, Jumat (18/9).

Dia mengungkapkan, salah satu contoh dugaan PPDP tidak turun melakukan pendataan diantaranya di Kecamatan Bumi Waras ditemukan terdapat 113 mata pilih yang tercatat lebih dua kali, mata pilih yang sudah meninggal namun masih tercatat ada 16 orang dan mata pilih yang sudah pindah domisili tapi masih tercatat ada 56 orang.

“Selain kita juga menemukan anggota TNI – Polri di Kelurahan Bumi Raya masih tercatat di DPS. Diduga kesalahan ini terjadi karena pendataan yang kurang baik. Atau memang dari awal datanya sudah salah. Ini artinya PPDP nya tidak jalan,” ujarnya.

Mirisnya lagi, lanjut dia, dirinya beserta istri sudah didatangani PPDP namun namanya tidak tercatat di DPS. Parahnya lagi nama Ketua Panwaslu Bandarlampung Ade Asyari tercatat di dua TPS dan kecamatan yang berbeda.

“Parahnya lagi nama Ade tercatat di dua TPS yakni di TPS 5 Rawalaut dan di TPS 01 Korpi Jaya, Sukarame. Saya dan istri sudah di data tapi nama kami berdua tidak ada di DPS,” ungkapnya.

Menurut Komisioner KPU Bandarlampung Dedi Triadi, saat ini baru bersifat sementara dan akan dilakukan perbaikan di dalam daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).

“Ini kan baru sementara, akan dilakukan perbaikan. PPS dan PPK lagi melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan. Hasil pantauan KPU, PPDP sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Mungkin ada kesalahan saat menginput namanya. Sehingga tidak keluar di DPS,” elaknya. (ben)

Berita Populer

Antoni Imam Ajak Mahasiswa Ikut Siapkan Peraturan Daerah

Bandarlampung - Di depan ratusan mahasiswa peserta seminar nasional legislatif 2019 di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, selasa (3/12), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Antoni Imam mengajak agar disamping menuntaskan perkuliahan secara baik dengan nilai akademik yang baik, juga tak lupa jangan abai dengan kondisi sosial disekitar mereka.

“Sebagai _director of change_ atau pengendali perubahan, adik-adik mahasiswa punya tanggung jawab moral ikut memperbaiki kondisi sosial di sekitar. Jangan mengabaikan tugas mulia itu,” harap sekretaris fraksi PKS DPRD Lampung ini.

Mahasiswa sebagai suatu strata sosial yang dipercaya masyarakat harus ikut memberi pencerahan kepada mereka.

“Hari ini publik menaruh harapan besar kepada adik-adik mahasiswa. Salah satu tugas yang penting dilakukan adalah sebagai penyeimbang kebijakan baik di tingkat lokal/ daerah maupun nasional,” ungkap Antoni Imam.

Sebagai penyeimbang kebijakan, maka mahasiswa perlu menterjemahkannya secara sistemik.

“Jika ada peratura…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…