Pemilik Gallery Tuding Oknum Anggota Bapol PP Bersikap Kasar

Cakrawla Lampung (CL) – Oknum anggota Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandarlampung dinilai kasar dan diskriminatif. Penilaian ini disampaikan pemilik Grace Of Gallery, Fredy. Menurut Fredy, selaku pedagang frame photo dan sebagainya yang terletak di bilangan Jalan Diponegoro Bandarlampung kepada Ombudsman RI Perwakilan Lampung. Dirinya sangat kecewa dengan sikap petugas Bapol PP Kota Bandarlampung yang dinilai kasar ketika menertibkan dagangannya yang dipajang di depan toko miliknya pada 30 April 2015 lalu.

Sikap kasar itu, ujarnya, pertama petugas anggota Bapol PP melakukan penertiban tanpa menunjukan surat tugas. Kedua, ketika diminta salinan informasi peraturannya, petugas tidak memberikan hanya menunjukan saja. Kemudian yang ketiga, petugas tidak menerapkan peringatan tertulis, dan keempat, petugas saat membersihkan barang jualan pedagang dilakukan dengan sembarangan dan kasar. Sehingga barang dagangan pedagang berhamburan kemana-mana dan menjadi tontonan warga.

Selain itu, tambahnya, pedagang yang sudah melaporkan permasalahan itu ke Ka Bapol PP Bandarlampung hingga 1 bulan lebih ini belum memperoleh tanggapan. Masalah lainnya yang dikeluhkan pedagang itu adanya sikap diskriminasi atas penertiban yang dilakukan petugas. Sebab berdagang di halaman pertokoan di tempat tempat lain hal itu dibiarkan saja, tidak ditertibkan.

“Ini jelas diskriminasi,” kata Fredy.

Sementara Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung, Ahmad Saleh David Faranto, pihaknya akan mengecek kebenaran pengaduan pedagang itu yang disampaikan ke Ombudsman pada 11 September 2015 lalu. Jika hal itu benar, pihaknya menilai sangat mengecewakan pelayanan yang dilakukan satuan penegak perda tersebut.

“Sikap itu sungguh jauh berbeda dengan apa yang sudah ditata oleh Pemerintah Kota Bandarlampung selama ini. Kita mengingatkan Pj, Walikota Bandarlampung, Sulpakar dan Sekda cepat tanggap dengan keluhan warga seperti pedagang tersebut untuk segera diselesaikan dengan tuntas,” tegasnya.
Kepala Bapol PP Bandarlampung Cik Raden menegaskan, apa yang dilakukan anggota Bapol PP tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Dan setiap anggota yang melakukan penertiban pasti membawa surat tugas.

“Mungkin itu penilaian pedagang saja yang menilai anggota kita bersikap kasar. Tidak ada perlakukan diskriminasi, semua pedagang diperlakukan sama di lapangan. Tapi semua anggota yang terlibat penertiban saat itu sudah saya kasih peringatan dan tindak tegas,” kata dia saat dihubungi cakrawalalampung.com, Rabu (30/9). (*/ben)
Share:

DIRGAHAYU KOTA BANDARLAMPUNG KE 337

DIRGAHAYU KOTA BANDARLAMPUNG KE 337

Nasional

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog