Langsung ke konten utama

Budiono: Calon Bupati Lamtim Erwin Arifin Bisa Ajukan Banding ke PTTUN

BANDARLAMPUNG (CL) - Akademisi Universitas Lampung Budiono mengatakan, Calon Bupati Lampung Timur Erwin Arifin dapat mengajukan banding ke PTTUN Medan setelah gugatannya ditolak Panwaslu Lamtim.

"Erwin Arifin bisa mengajukan banding ke PTTUN. Dan kita harus menghargai dan menghormati upaya Erwin tersebut," kata dia.

Menurut Budiono, panwaslu Lamtim memutuskan menolak gugatan Erwin Arifin karena bersifat teknis. Dimana panwaslu khawatir pilkada Lamtim terancam jika panwaslu memutuskan mengabulkan atau menerima gugatan Erwin Arifin.

"Kita juga harus menghormati keputusan panwaslu. Tapi saya melihat panwaslu mengambil keputusan ini karena berpikir teknis dan tidak subtansional. Ini karena panwaslu khawatir akan mengganggu tahapan pilkada serentak di Lamtim. Apalagi saat ini sudah tahap pencetakan surat suara. Sehingga khawatir akan mengganggu pilkada serentak karena waktunya sudah mepet," ungkapnya kepada cakrawalalampung.com, Sabtu (21/11).

Ketua KPU Lamtim Andri Oktavia mengutarakan, panwaslu dalam keputusannya membenarkan langkah dan keputusan yang diambil KPU Lamtim terkait pencalonan Erwin Arifin.

"Panwaslu sudah memutuskan menolak gugatan Erwin Arifin. Tahapan terus berjalan seperti saat ini pencetakan surat suara hanya bergambar dua pasang calon kepala daerah. Dan surat suara yang akan dicetak lebih dari 800 ribu surat suara. Pencetakan surat suara selambat - lambatnya harus selesai pada 25 Desember mendatang," pungkasnya kepada cakrawalalampung.com, Sabtu (21/11).

Sementara Anggota Panwaslu Lamtim Divisi Hukum Afrizal sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi cakrawalalampung.com, telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif. (ben)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)