Panwaslu Bandarlampung Kemungkinan Tidak Membutuhkan Anggaran Pengawasan di APBD Murni 2016 Sebesar Rp1,4 Miliar

BANDARLAMPUNG - Panwaslu Bandarlampung belum bisa memastikan apakah tetap akan menggunakan anggaran pengawasan yang sudah dialokasikan di APBD murni 2016 sebesar Rp1,4 miliar lebih atau tidak.

Ini karenakan sampai saat ini panwaslu Bandarlampung masih merekapitulasi penggunaan anggaran pengawasan yang bersumber di anggaran perubahan 2015 senilai lebih dari Rp4 miliar.

"Sekarang masih proses pembuatan dan penyusunan SPJ. Jadi sekarang belum bisa dipastikan apakah anggaran pengawasan yang bersumber dari APBD perubahan 2015 masih ada sisa atau tidak. Bisa jadi anggaran pengawasan dari APBD perubahan 2015 masih ada sisa, bisa juga masih perlu sedikit anggaran tambahan sekitar ratusan juta yang bersumber dari APBD murni 2016," kata Anggota Panwaslu Bandarlampung Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Vierzain kepada cakrawalalampung.com, Selasa (19/1).

Saat ditanya berapa jumlah anggaran pengawasan yang sudah digunakan, dia mengungkapkan, anggaran pengawasan untuk termin pertama di APBD murni 2015 sebesar Rp1,5 miliar. Termin kedua di APBD perubahan 2015 sekitar Rp4 miliar lebih. Dan anggaran pengawasan di APBD murni 2016 senilai Rp1,4 miliar (belum digunakan).

"Jadi total anggaran pengawasan yang sudah digunakan hampir mencapai Rp6 miliar," ungkapnya.

Saat ditanya apakah panwaslu masih membutuhkan anggaran pengawasan yang bersumber di APBD murni 2016 senilai Rp1,4 miliar, mengingat saat ini sudah tidak ada agenda atau kegiatan besar di panwaslu Bandarlampung, Vierzain tidak bisa memastikannya.

"Anggaran pemerintah Kota Bandarlampung juga masih defisit. Kita juga belum tau apakah anggaran pengawasan di APBD murni 2016 perlu dicairkan atau tidak," imbuhnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog