Pengelola PT. Sari Ringgung Sambut Baik Rencana Kedatangan LBH dan Walhi

setialampung.com – Pengelola PT. Sari Ringgung, Habrin Trimadhika menyambut baik rencana Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung dan Walhi yang akan meninjau langsung lokasi Pasir Timbul.

“Itu merupakan harapan saya, agar pihak Walhi dan LBH dapat melihat secara langsung keberadaan Pasir Timbul seperti apa. Ini agar semua lebih terang tentang apa yang dipermasalahkan,” kata pria yang disapa Dika ini melalui pesan singkatnya kepada setialampung.com, Kamis (28/1).

Selain itu, kata Dika, dengan kedatangan LBH dan Walhi itu, piihaknya dapat menyampaikan bahwa pihak Pantai Sari Ringgung tidak pernah mengklaim bahwa Pasir Timbul adalah milik PT. Sari Ringgung.

“Kami sadar kalau Pasir Timbul itu tidak bisa dimiliki siapapun. Karena merupakan suatu fenomena alam,” ujar Dhika.

Sebelumnya warga Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menuding PT. Sari Ringgung beroperasi tanpa izin. Ini lantaran kesepakatan kerjasama antara warga Desa Gebang dengan pengelola salah satu destinasi wisata itu sudah berakhir sejak 2014 lalu.

Tudingan ini disampaikan perwakilan warga Desa Gebang yang dipimpin langsung Kepala Desa Gebang, Dadang, saat melakukan pertemuan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Walhi dan Mitra Bentala di kantor LBH setempat, Rabu (27/1).

Di dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Gebang, Dadang mengatakan, kontrak kerjasama antara warga Desa Gebang dengan PT. Sari Ringgung sudah berakhir di 2014.

“Kesepakatan atau kontrak kerjasama PT. Sari Ringgung dengan kami (warga Desa Gebang) hanya berlaku satu tahun yang ditandatangani pada 11 Desember 2013 lalu. Dan sampai sekarang belum ada perpanjangan kontrak lagi dengan warga. Sedangkan Pasir Timbul salah satu lokasi yang dikelola PT. Sari Ringgung adalah milik Desa Gebang,” ungkapnya.
(ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog