Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Frans Agung Mula Putra kembalikan berkas penjaringan calon bupati Tulangbawang

Setialampung.com – Bakal calon bupati (bacabup) Tulangbawang Frans Agung Mula Putra mengembalikan berkas penjaringan bacabup ke Partai Amanat Nasional dan Partai Hanura di kabupaten setempat, Kamis (14/4).

Frans Agung Mula Putra mengatakan, pengembalian berkas penjaringan ke dua partai tersebut merupakan bentuk tekadnya untuk menjadi orang nomor satu di Tulangbawang.

“Jika dipercaya sebagai bupati Tuba, kedepan saya bertekad membangun Tuba menjadi lebih baik lagi. Apapun hasil penjaringannya, semuanya saya serahkan ke pusat,” ujarnya.

Di dalam pencalonannya ini, lanjutnya, dirinya sudah menjalin komunikasi dan mendapat dukungan dari masyarakat dan tokoh setempat. Termasuk mendapat dukungan dari sejumlah partai politik.

“Saya optimis mendapat dukungan PAN, Nasdem, PDIP dan Hanura di pilkada 2017 mendatang sebagai calon bupati Tuba. Komunikasi dengan partai politik tersebut sangat intens. Untuk calon wakilnya saya serahkan kepada partai pengusung,” kata dia.

Sekretaris DPD PAN Tuba Imam Safrudin Haryanto mengatakan, selain Frans Agung Mula Putra, bacabup yang sudah mengembalikan berkas pencalonan yaitu Hanan A. Rozak dan Heri Wardoyo.

“Selain itu, ada juga Syarnubi dan Hendriwansyah yang sudah mengembalikan berkas. Penjaringan kita tutup, Jumat (15/4). Kemudian berkas penjaringan kita serahkan ke DPW,” ungkapnya. (*)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses, Rakhmad Nafindra Siap Bantu Kembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah

Bandarlampung - Permintaan agar prosedur pengajuan pinjaman/kredit untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dipermudah, kondisi arus lalu lintas yang macet, sampai keluhan terkait proses bina lingkungan, merupakan beberapa aspirasi yang disampaikan warga saat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Bandarlampung, Rakhmad Nafindra, yang dilaksanakan di Perum Korpri, Bandarlampung, sabtu (14/12).

Permintaan agar prosedur pengajuan pinjaman/kredit UMKM dipermudah ini disampaikan salah satu warga bernama Danang.


Menurut pria yang mengaku sebagai mahasiswa ini, ia bersama beberapa warga menekuni industri rumahan yaitu usaha shuttlecock badminton.

"Warga menyambut baik adanya usaha shuttlecock. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengusulkan agar prosedur pengajuan pinjaman UMKM dipermudah. Karena warga ingin memajukan industri rumahannya namun terbentur biaya," kata Danang.


Warga lainnya pun antusias menyampaikan aspirasinya kepada politisi PDIP ini. Seperti dilon…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…