Langsung ke konten utama

Imer Darius: komposisi pengurus DPD Partai Demokrat Lampung sudah dikirimkan ke DPP

setialampung.com - Tim formatur DPD Partai Demokrat (PD) Lampung sudah mengirimkan usulan struktur formasi kepengurusan DPD Partai Demokrat Lampung ke DPP.

Hal ini disampaikan anggota tim formatur DPD Partai Demokrat Lampung Imer Darius kepada awak media di ruang komisi IV, Kamis (14/4).

"Nama pengurus yang diusulkan ke DPP masih didominasi wajah - wajah lama. Untuk posisi bendahara yang diusulkan ke DPP yaitu Fajrun Najah Ahmad, Yandri Nazir, Imer Darius dan Toto Herwantoko," kata Imer.

Saat ditanya siapa yang diusulkan untuk menempati posisi sebagai sekretaris, Imer mengutarakan, untuk saat ini yang diusulkan sebagai sekretaris DPD PD Lampung adalah Fajrun Najah Ahmad.

"Fajar (sapaan Fajrun Najah Ahmad) yang diusulkan sebagai sekretaris. Karena Fajar dinilai masih cocok untuk posisi tersebut. Salah satunya karena Fajar memiliki waktu lebih luang untuk berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai sekretaris DPD PD Lampung," ungkapnya.

Sementara Fajrun Najah Ahmad saat diminta tanggapannya terkait dirinya kembali diusulkan sebagai sekretaris DPD PD Lampung menuturkan, sebagai kader partai akan taat dan patuh terhadap perintah partai.

"Saya sudah dengar kabar tersebut, pada prinsipnya saya siap atas perintah partai," ujarnya.

Fajar menjelaskan, tugas sekretaris salah satunya bertanggungjawab mengatur manajeman partai. Terlebih lagi saat ini ketua DPD PD Lampung juga sebagai gubenur Lampung. Sehingga otomatis sekretaris posisinya strategis.

"Tapi semua perlu kerjasama yang baik dengan semua pengurus untuk menjalankan roda partai," pungkasnya.

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …