Pemkot Bandarlampung terima deviden lebih dari Rp5 miliar per tahun dari Bank Lampung

setialampung.com - Pemerintah kota Bandarlampung per tahun mendapat keuntungan sebesar Rp5,47 miliar lebih dari Bank Lampung. Ini karena Pemkot Bandarlampung per Desember 2015 memiliki saham sebesar Rp15 miliar.

Hal ini disampaikan Kepala kantor cabang utama Bandarlampung Bank Lampung, Ahmad Rudi Hendra Akuan saat pertemuan dengan komisi II DPRD Bandarlampung di ruang komisi setempat, Jumat (8/4).

Di dalam pertemuan itu dipimpin wakil ketua komisi II DPRD Bandarlampung Nu'man Abdi dengan anggota Barlian Mansyur, Grafieldy Mamesah, Yusuf Erdiansyah Putra, Wiwik Anggraini. Sedangkan dari Bank Lampung dihadiri kepala kantor cabang Bandarlampung A. Rudi Hendra Akuan dan staf Febri.

"Selain mendapat deviden per tahun sebesar Rp5,47 miliar lebih dari Bank Lampung. Setiap tahun kita memberikan CSR sebesar Rp384 juta per tahun," katanya.

Dia menuturkan, dengan kepemilikan saham sebesar Rp15 miliar, Pemkot Bandarlampung menempati peringkat ke empat yakni sebesar 8,34 % setelah Provinsi Lampung, Lampung Selatan dan Lampung Tengah.

"Jika pembayaran pajak akan dilakukan secara online melalui Bank Lampung, kita akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan ahli IT dan melakukan studi kelayakan," imbuhnya.

Selain itu, di dalam pertemuan Rudi juga mengatakan, sampai saat ini penyaluran KUR di Bank Lampung belum maksimal. Ini karena banyaknya kompetitor dalam menyalurkan KUR.

"Kita juga memberikan edukasi kepada para pelajar dalam bentuk tabungan pelajar," ujarnya.

Anggota komisi II DPRD Bandarlampung Yusuf Erdiansyah Putra di dalam pertemuan mempertanyakan kesiapan Bank Lampung jika kedepan pembayaran pajak akan dilakukan secara online melalui Bank Lampung.

Wakil ketua komisi II DPRD Bandarlampung Nu'man Abdi mengatakan, untuk mencapai peringkat kedua, setidaknya Pemkot Bandarlampung menambahkan saham atau modal sekitar Rp2 miliar lebih.

"Jika ada dana di pemkot Bandarlampung yang belum terpakai, sebaiknya disimpan atau disertakan sebagai modal di Bank Lampung," tandasnya.

Ditambahkannya, memang Bank Lampung ibaratnya buah simalakama di dalam menyalurkan KUR. Ini karena Bank Lampung memiliki peraturan yang cukup ketat di dalam penyaluran KUR. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog