Tidak ada titik temu, warga Desa Gebang minta PT. Sari Ringgung serahkan lahan Pasir Timbul

setialampung.com - Kepala Desa Gebang, Dadang meminta pengelola wisata Sari Ringgung untuk mengosongkan lahan Pasir Timbul jika tidak memberikan kompensasi sebesar Rp25 juta per tahun kepada pihak Desa Gebang.

"Kalau PT. Sari Ringgung tidak berani dengan angka Rp25 juta, maka Pasir Timbul harus dikosongkan dan akan kami kelola secara mandiri bersama - sama warga masyarakat desa gebang," katanya kepada setialampung.com, Minggu (24/4).

Dadang mengungkapkan, awalnya tim dari desa minta Rp50 juta, tapi ditawar oleh PT. Sari Ringgung Rp15 juta. Kemudia, lanjutnya, pihak desa bermusyawarah dengan warga desa gebang dan menghasilkan keputusan bersama sebesar Rp25 juta untuk 1 tahun.

"Percobaan aja di luar CSR, dan berita acaranya sudah kami serahkan pada hari Selasa ke kuasa hukum desa yakni LBH dan pendamping kami mitra bentala dan walhi," ungkapnya.

Sementara pengelola PT. Sari Ringgung, Habrin Trimadhika tidak mempermasalahkan jika Desa Gebang akan mengelola Pasir Timbul secara mandiri.

"Kita tidak mempermasalahkannya, asalkan tidak ada yang dikorbankan. Khususnya warga yang menggantungkan nafkahnya dari Pasir Timbul," ujarnya.

Dia mengutarakan, pihak desa menginginkan sewa Pasir Timbul sebesar Rp50jt/tahun namun Sari Ringgung tidak bisa memenuhinya.

"Kami tidak bisa menyanggupinya, kami hanya bisa menyanggupi sebesar Rp15jt/tahun. Itu yang paling rasional dan cukup bijaksana bagi kami. Karena kami mengusahakan Pasir Timbul hanya untuk menjadikan icon kebanggaan dan membantu menambah perekonomian warga sekitar," ungkapnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog