Aisyiyah: setiap tahun penderita TB mencapai 9 juta orang

setialampung.com - Koordinator pelaksana SSR TB-HIV 'Aisyiyah Bandarlampung/sekretaris pimpinan wilayah 'Aisyiyah Provinsi Lampung, Pristi Wahyu Diawati mengatakan, Community TB Care ‘Aisyiyah Kota Bandarlampung mengawali programnya di bulan Januari 2014 dengan melatih kader sebanyak 24 orang di 4 Kecamatan, yaitu Rajabasa, Tanjung Karang Pusat, Tanjung Senang, dan Kedamaian.

Lalu, pada September 2014 menambah wilayah kerja di 4 kecamatan lagi yaitu Way Halim, Tanjung Karang Timur, Enggal, dan Sukabuni dengan 24 Kader Tambahan. Pada Januari 2016 berganti nama menjadi Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Bandarlampung karena program berkembang ke Kolaborasi TB-HIV.

"Dengan kekuatan 48 Kader Komunitas dan 20 tokoh agama yang sudah terlatih, kami berusaha membantu pemerintah dalam penanggulangan TB-HIV di Bandarlampung," ujarnya.

Capaian yang diperoleh SSR TB ‘Aisyiyah Bandarlampung pada tahun 2015, lanjurnya, terduga TB sebesar 1292 dengan penderita TB sebesar 304. Januari sampai Maret 2016 Terduga TB 464 orang, dengan penderita TB sebanyak 66 Pasien. SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Bandarlampung juga mendampingi pengobatan Pasien TB-MDR sebanyak 8 Pasien dengan jumlah pendamping (Pasien Suporter) sebanyak 3 orang.

Peringatan Hari TB sedunia yang dilakukan setiap tahunnya ini untuk mengenang saat pertama kali Tanggal 24 Maret Tahun 1882, Dr Robert Koch mengumumkan untuk pertama kalinya penemuan Kuman Mycobacterium Tubercolosis sebagai penyebab penyakit Tuberkolosis (TB). Penemuan ini menjadi tonggak sejarah karena dengan demikian proses pengobatan dan penyembuhan penyakit menular ini dapat dilakukan.

Namun meski sudah lebih dari 130 tahun upaya penyembuhan TB dilakukan, hingga saat ini dunia belum dapat terbebas dari penyebaran penyakit ini. Data terakhir menunjukkan bahwa setiap tahunnya masih ada 9 juta pasien TB di temukan. Sayangnya masih sepertiga atau 3juta dari mereka tak tersentuh pelayanan kesembuhan.

Itu artinya, mereka yang tak terjangkau tak hanya menyebabkan penderitaan bagi dirinya sendiri namun lebih dari itu akan menjadi sumber penularan baru yang akan terus meningkatkan jumlah penderita TB. SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Bandarlampung memperingati TB Day dengan melakukan penyuluhan di pasar tradisional (grebek pasar), di pasar tugu dan pasar way halim, dengan Tema “TOSS” Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis, serta seminar sehari dengan tema “Gerakan Bersama Indonesia Bebas TB”. Kegiatan ini diharapkan untuk dapat menggugah berbagai pihak agar mau peduli terhadap Penanggulangan TB di Bandar Lampung dalam perannya masing-masing.

Narasumber yang dihadirkan adalah bang Syarif Hidayat, ST, (Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung), Drg. Nunung Firmahalis,MH, SM (Kasi P2PL Dinkes Kota Bandarlampung), Pristi Wahyu Diawati, SE (Koordinator Pelaksana SSR TB-HIV 'Aisyiyah Bandar Lampung/Sekretaris Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Provinsi Lampung).

"SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandarlampung juga telah mengajukan Raperda tentang TB-HIV, yang diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam pelaksanaan penanggulangan TB-HIV di Kota Bandarlampung," pungkasnya. (rls)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog