Jika tetap digelar, GMII dan DDII ancam bubarkan kontes Mis Waria Lampung 2016

setialampung.com – Gerakan Mubaligh Islam (GMI) Kota Bandarlampung dan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Provinsi Lampung menentang keras rencana digelarnya pemilihan Miss Waria Lampung 2016 yang akan dilaksanakan di Bandarlampung pada Senin (30/5). Sebab sangat bertentangan dengan nilai – nilai agama dan tradisi ketimuran.

Menurut Ketua GMI Bandarlampung Yubsir, informasi rencana digelarnya pemilihan miss waria 2016 tersebut sangat gencar dipublikasikan melalui social media.

Yubsir menambahkan, praktik - praktik lesbi, gay, bisex dan transgender (LGBT) akan menyuburkan perzinaan dan sodomi yang dimurkai Allah SWT. Pada gilirannya aktivitas tersebut dipastikan akan merusak kelangsungan hidup manusia, menghancurkan keluarga, dan mengacaukan nasab.

Senada dengan Yubsir, Ansori Sekretaris DDII Provinsi Lampung juga dengan tegas menolak rencana digelarnya kegiatan tersebut. Dan meminta agar pemerintah provinsi dan Polda Lampung untuk tidak memberikan izin dan membatalkan kegiatan tersebut.

“kami menentang keras acara pemilihan Miss Waria 2016 Provinsi Lampung, dan meminta pemerintah provinsi dan Polda Lampung untuk tidak memberikan izin sekaligus membatalkan kegiatan tersebut,” tegas Ansori dalam rilis yang diterima setialampung.com, Selasa (24/5).

Ansori juga menyerukan kepada pihak pemerintah bertanggung jawab terhadap warga Lampung yang mayoritas muslim. Melalui pihak - pihak yang berwenang yakni Polda Lampung, dan pihak terkait lainnya untuk benar - benar membentengi masyarakat dari paham dan perilaku rusak dengan melarang dan menindak tegas semua pelaku kemaksiatan kapan pun hal tersebut terjadi.

“Jika pemerintah dan aparat keamanan tidak bisa membatalkan kegiatan tersebut, DDII dan GMI akan menggalang ormas-ormas keagamaan, kepemudaan dan masyarakat Lampung untuk bersama-sama menolak dan membubarkan secara langsung kegiatan tersebut,” pungkasnya. (*/ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed