Kekerasan terhadap perempuan di Bandarlampung tertinggi, sebanyak 184 kasus

setialampung.com - Tindak pidana kekerasan seksual marak terjadi. Faktor kemiskinan ditengarai penyumbang terbesar munculnya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Menurut Wakil Ketua DPW PAN Lampung Diah Dharma Yanti, berdasarkan pusat data dan informasi komisi nasional perlindungan anak Indonesia, sejak tahun 2010 - 2014 tercatat sebanyak 21.869.797 kasus pelanggaran hak anak yang tersebar di 34 provinsi dan179 kabupaten/kota.

"Sekitar 42 - 58 % dari pelanggaran anak tersebut, merupakan kejahatan seksual terhadap anak. Selebihnya adalah kasus kekerasan fisik, dan penelantaran anak," ujarnya.

Angka kekerasan terhadap perempuan di Lampung, ungkapnya, sepanjang 2015 terbilang masih tinggi. Berdasar pada data yang dihimpun lembaga advokasi perempuan (Damar) Lampung,tercatat 1.018 kasus kekerasan pada perempuan.

"Bentuk kekerasan tertinggi terdapat pada kekerasan seksual sebanyak 638 kasus. Terdiri dari pemerkosaan 206 kasus, 369 pencabulan dan 63 kasus trafficking," ungkapnya.

Ditambahkannya, berdasarkan pada wilayah, kekerasan terhadap perempuan tertinggi terjadi di Bandarlampung sebanyak 184 kasus. Tanggamus 63 kasus, Lampung Utara 52 kasus, Lampung Selatan 44 kasus, Way Kanan 39 kasus, Lampung Barat 26 kasus, Lampung Timur 22 kasus, Tulang Bawang 21 kasus. Lampung Tengah dan Metro 18 kasus, Pringsewu 14 kasus, Mesuji 9 kasus, Pesawaran 3 kasus, Tulangbawang Barat dan Pesisir Barat masing - masing 1 kasus.

"Sementara kasus lainnya (wilayah kejadian yang tidak diketahui) sebanyak 503," katanya. (*/ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed