Langsung ke konten utama

OPINI: Zakat dan Dahsyatnya Sedekah

Zakat dan Dahsyatnya Sedekah
Oleh Gunawan Handoko
Pengurus IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Rajabasa Bandarlampung

SALAH SATU pintu yang di buka oleh Allah Ta’ala untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Selain ibadah individu, Ramadhan juga mengajarkan kepada umat muslim untuk melaksanakan ibadah sosial, sebagai sarana untuk meningkatkan rasa kasih sayang, persamaan derajat dan solidaritas sosial. Dengan hikmah dan rahasia Ramadhan, manusia dituntut untuk dapat merasakan kesedihan saudara-saudara kita yang masih di timpa rasa lapar dan dahaga.

Karena mereka tidak dapat makan dan minum senikmat kita. Maka kita dituntut untuk dapat menghilangkan atau paling tidak mengurangi sifat kikir atau bakhil. Selanjutnya akan tumbuh sifat kedermawanan dan empati untuk berbagi kepada kaum du’afa disekitar kita dalam rangka untuk meraih kemuliaan dihadapan Allah Ta’ala. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, hampir semua masjid dan mushola mulai disibukkan dengan kegiatan untuk menerima Zakat, Infaq dan Sedekah atau lazim disebut ZIS.

Zakat bukanlah semata-mata urusan pribadi para muzakki (pemberi) dengan mustahiq yang menerima, tetapi menjadi urusan kelembagaan atau institusi, termasuk panitia ZIS yang ada di masjid-masjid maupun mushola. Ini karena zakat adalah titipan umat yang harus dikembalikan kepada umat yang didalamnya terdapat unsur penghimpunan, penyaluran dan pelaporan yang transparan dan bertanggungjawab. Bahkan pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, tidak pernah terjadi pemberian zakat dari muzakki langsung kepada mustahiq, melainkan disalurkan melalui badan amil yang dibentuk oleh Imam (pemerintah). Dengan membayar Zakat (termasuk infaq dan sedekah) melalui amil, selain menjalankan petunjuk Alquran dan sunah Rasullullah, para sahabat serta para tabi'in, juga untuk menjaga adanya beban moral maupun perasaan rendah diri para mustahiq, karena harus berhadapan langsung pada saat menerima zakat dari para muzakki. Dan yang paling penting adalah untuk menjaga timbulnya sifat ’riya’ bagi para muzakki, ketika menerima sanjungan dari para mustahiq atas kedermawannya.

Jika hal ini sampai terjadi, maka sia-sialah amal kebajikan kita di mata Allah. Dalam menunaikan zakat, infaq dan sedekah hendaknya kita ikhlas untuk menyerahkan pengelolaannya kepada lembaga amil, tanpa harus berpikir siapa orang yang akan menerimanya nanti. Zakat adalah untuk membangun kesholehan individu, strategi muroqobah seorang hamba dengan Tuhannya, menambah kecerdasan dan kesalehan sebagai makhluk sosial. Sebaliknya, siapa saja yang tidak mengeluarkan zakat maka sungguh dia telah terjatuh ke dalam dosa yang sangat besar, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam QS. At-Taubah: 34-35. Pada kenyataannya masih banyak umat muslim yang enggan untuk mengeluarkan zakatnya, khususnya zakat harta atau maal.

Penyebabnya antara lain karena masyarakat kita terlanjur memandang harta benda sebagai ’simbol kehormatan’ atau derajat sosial seseorang. Mereka beranggapan semakin banyak harta benda yang dimiliki, akan semakin terhormat di mata masyarakat. Nafsu inilah yang telah mengalahkan keimanan dan ketaqwaan sebagian umat muslim dalam mengelola hartanya. Akibatnya banyak diantara mereka yang terlena dalam mengejar harta dan kekayaan dan melupakan kewajiban yang menjadi perintah-Nya. Penyebab lain, masih banyak umat Islam yang beranggapan bahwa harta yang dimiliki merupakan hasil jerih payah diri pribadi, tanpa adanya campur tangan Allah. Meski firman Allah sudah sangat jelas bahwa harta yang kita miliki adalah ’titipan Allah’, pada kenyataannya tidak mampu mengalahkan sikap kikir dan bathil serta ego yang melekat pada sebagian umat Islam. Itulah sebabnya, banyak diantara mereka (kaum kaya) yang tidak dapat menikmati kekayaannya karena dirinya telah dikendalikan harta. Semoga Ramadhan tahun ini mampu mempertebal keyakinan kita untuk kembali pada tuntunan Allah, bahwa menjadi satu kewajiban bagi seorang muslim yang diberikan kelebihan harta untuk berbagi kepada kaum dhuafa. Sehingga kewajiban berzakat pun menjadi salah satu pilar dalam rukun Islam.

Dua hal penting dalam berzakat, yakni membangun kesholehan individu, strategi muroqobah seorang hamba dengan Tuhannya dan menambah kecerdasan serta kesalehan sebagai makhluk sosial yang berbagi peduli dengan lingkungan dan kaum yang belum beruntung. Dengan memberanikan diri menafkahkan sebagian harta yang dititipkan Allah, pada akhirnya kita mampu merasakan tarikan magnet dan gravitasi nikmatnya bersedekah. Karena sesungguhnya ketaatan dan kepatuhan seorang muslim dalam menjalankan ibadah puasa dapat diukur sejauh mana dirinya menunjukkan kepedulian terhadap kaum du’afa dengan membuang jauh-jauh sifat kikir atau bakhil. Kesediaan melakukan pengorbanan untuk orang lain haruslah didasari demi mengharapkan keridaan-Nya. Karena sesungguhnya harta kita yang abadi adalah yang telah kita sedekahkan di jalan Allah dan menjadi simpanan di akhirat nanti. Selebihnya, merupakan milik Allah yang dititipkan kepada kita untuk dibelanjakan dengan baik sesuai dengan tuntunan-Nya. Dengan berinfaq dan bersedekah, semoga akan menyempurnakan ibadah puasa yang kita laksanakan dan menghantarkan kita untuk menggapai maqam tertinggi dihadapan-Nya sebagai hamba yang menyandang derajat muttaqin. Wallahu a’lam bis showab,
Minal Aidin wal Faizdin 1437 Hijriah. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)