Langsung ke konten utama

​Belum Terima Tunjangan Sertifikasi Triwulan I, Guru SMA di Bandarlampung "Menjerit"

setialampung.com - Guru SMA negeri di Bandarlampung "menjerit". Ini karena sejak Januari sampai Juli 2016, para guru tersebut belum menerima tunjangan sertifikasi. 

Salah satu guru SMA negeri di Bandarlampung saat melaporkan belum dibayarkannya tunjangan sertifikasi oleh pemerintah Kota Bandarlampung ke LBH, Minggu (17/7) mengatakan, di sekolahnya ada 33 guru yang menerima tunjangan sertifikasi. Tapi baru 7 guru yang menerima sertifikasi untuk triwulan I.


"Semestinya yang mendapat sertifikasi ada 33 guru. Tapi baru 7 guru yang menerima sertifikasi untuk triwulan pertama. Masih ada 26 guru yang belum terima. Sedangkan sekarang sudah masuk masa pembayaran tunjangan sertifkasi untuk triwulan II aja belum ada kabar kapan akan dibayarkan," ungkapnya di LBH Bandarlampung, Minggu (17/7), seraya minta agar identitasnya dirahasiakan.

Selain itu, wanita ini juga mengeluhkan adanya pemotongan dana sertifikasi yang diterima para guru. Pemotongan jumlahnya bervariasi antara 400 - 500 ribu.

"Misalnya begini, satu guru seharusnya terima Rp3.500.000. Tapi uang yang diterima para guru Rp.3.100.000. Masing - masing guru nggak sama jumlah uang yang dipotongnya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua FMGI Bandarlampung Muaddin Mubarok meminta agar tunjangan sertifikasi para guru ini secepatnya dibayarkan. Karena jika tidak ada perkembangannya, maka para guru akan menempuh jalur hukum melalui LBH.

"Solusi terakhir kalau nggak ada kejelasan, guru - guru akan melakukan demo. Para guru sudah tandatangan untuk penerimaan tunjangan sertifikasi untuk triwulan pertama. Tapi sampai saat ini guru - guru tersebut belum menerima tunjangan sertifkasi untuk triwulan I," katanya. (ben)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…