Langsung ke konten utama

DPP Nasdem Ajukan Erika sebagai Pengganti Nizar Romas di DPRD Bandarlampung

setialampung.com – DPP Partai Nasdem ajukan Erika Novalia Sani sebagai anggota DPRD penggantian antar waktu menggantikan Nizar Romas sebagai anggota DPRD Bandarlampung. Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Nasdem Bandarlampung Naldi Rinara di dalam jumpa pers yang dilaksanakan di DPD Partai Nasdem Bandarlampung, Jumat (29/7).

Di dalam jumpa pers yang dihadiri Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bandarlampung Budi Kurniawan, Erika Novalia Sani dan Indra Bangsawan itu, Naldi menjelaskan, diajukannya Erika sebagai pengganti Nizar Romas dikarenakan Indra Bangsawan bermaksud mengundurkan diri sebagai calon anggota legislatif nomor urut 8. Selain itu, Indra Bangsawan juga mengundurkan diri apabila ditetapkan oleh KPU Bandarlampung sebagai pemenang.

Surat pernyataan pengunduran diri ini, jelasnya lagi, diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat pada tanggal 4 Juni 2016 di hadapan notaris Nuryati SH. Dimana surat itu menyatakan bahwa Indra Bangsawan tetap konsisten dan bersedia tidak dilantik menjadi anggota DPRD Bandarlampung.

“Keputusan DPP ini agar ditindaklanjuti oleh DPW Partai Nasdem Lampung dan DPD Partai Nasdem Bandarlampung sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Naldi.
Di tempat yang sama, Indra Bangsawan membenarkan jika dirinya mengundurkan diri sebagai caleg nomor urut 8 dan ikhlas menerima keputusan DPP.

“Saya ikhlas dan akan fokus sebagai aktifis saja,” ujarnya singkat. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …