Yusdianto Nilai Dana Hibah dan Bansos Pemkot Bandarlampung Dinilai Tidak Wajar

setialampung.com - Akademisi universitas Lampung Yusdianto angkat bicara soal adanya temuan BPK Lampung terkait penggunaan dana hibah dan bansos lebih dari Rp60 miliar tapi belum ada laporan penggunaannya.

Menurut Yudianto, berdasarkan catatan BPK tersebut, sudah jelas bahwa nilai dana hibah dan bansos yang diberikan Pemerintah Kota Bandarlampung sudah tidak wajar. Sehingga secepatnya harus  lakukan evaluasi, dan yang lebih penting minta laporan penggunaan anggaran tersebut.

"Dan kepala BPKAD harus segera lakukan croscek atas penggunaan anggaran hibah dan bansos tersebut," ujarnya kepada setialampung.com, Jumat (5/8).

Selain itu, tegasnya, seharusnya kepala BPKAD selaku ketua PPKD meminta kepada penerima dana bantuan untuk segera mempertanggungjawabkn dana tersebut.

"Untuk para penerima bansos yang tidak dapat mempertanggungjawabkan, sudah semestinya diproses secara hukum. Sehingga kedepan ada kehati - hatian dan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Sehingga bisa membuat efek jera kepada para pengguna bansos dan hibah," tegasnya.

Sebelumnya, BPK Lampung menemukan penggunaan anggaran dana hibah dan bansos sebesar Rp60.390.257.000,00 belum dilengkapi laporan penggunaan anggarannya. Di dalam LHP BPK itu dikatakan, pada tahun anggaran 2015, Pemerintah Kota Bandarlampung menganggarkan belanja hibah dan belanja bansos sebesar Rp70.419.083.000,00 dan Rp23.183.040.000,00, dengan realisasi masing – masing sebesar Rp62.313.507.000,00 (88,48%) dan Rp12.517.800.000,00 (54 %).

Mekanisme pemberian hibah dilakukan dengan verifikasi usulan penerima hibah yang ditetapkan dalam keputusan walikota tentang penetapan daftar penerima hibah beserta besaran uangnya. Penyampaian usulan penerima hibah dilakukan secara tertulis kepada walikota oleh pemerintah, pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Jika telah disetujui, selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh bendahara bantuan. Setiap penerima hibah diwajibkan untuk menandatangani NPHD. Kemudian proses pencairan dana berlangsung dalam bentuk transfer ke penerimanya dengan mekanisme SP2D – langsung (LS).

Proposal yang disetujui walikota untuk diberikan bantuan, selanjutnya ditindaklanjuti oleh bendahara bantuan dengan mencairkan dana yang besarannya sesuai dengan disposisi walikota. Pencairan dana hibah dan bansos di atas Rp5.000.000,00 diberikan melalui mekanisme SP2D-LS. Sedangkan pencairan bansos dengan nilai sampai dengan Rp5.000.000,00 diberikan secara tunai dari bendahara bantuan kepada penerima sesuai dengan proposal yang disetujui walikota. Penerima hibah dan bansos berkewajiban melaporkan secara formal dan material atas bantuan yang diterimanya paling lambat tanggal 10 bulan Januari tahun anggaran berikutnya. Hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban belanja hibah dan bansos, menunjukkan bahwa penerima belanja hibah sebesar Rp48.503.357.000,00 dan bansos sebesar Rp11.886.900.000,00 sampai pemeriksaan berakhir belum menyampaikan laporan penggunaan dananya.

Dana 60 miliar lebih yang belum ada laporan penggunaannya itu dengan rincian, belanja hibah kepada instansi pemerintah pusat senilai Rp6.319.595.000,00, belanja hibah kepada badan/lembaga/organisasi sebesar Rp42.183.762.000,00, belanja bantuan sosial kepada kelompok masyarakat sebesar Rp1.367.500.000,00, belanja bantuan sosial kepada anggota masyarakat sebesar Rp10.519.400.000,00. Menurut BPK Lampung, temuan ini tidak sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 13 tahun 2006 pasal 133 ayat (2), Permendagri nomor 32 tahun 2011 sebagaiman dengan diubah terakhir dengan Permendagri nomor 39 tahun 2012 tentang pedoman pemberian hibah dan bansos yang bersumber dari APBD.

Kepala BPKAD Trisno Andreas melalui pesan singkatnya kepada setialampung.com, Kamis (4/8) mengaku sudah mengirimkan surat teguran kepada para penerima dana hibah dan bansos tersebut. “Sudah ditegur dengan surat teguran walikota kepada penerima untuk segera menyampaikan laporan pertanggungjawabannya,”ujarnya singkat. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog