​Polda Lampung Tetapkan Tiga Anggota Dewan Asal Partai Golkar Sebagai Tersangka Penganiayaan Fasni Bima

setialampung.com - Kepolisian Daerah Lampung (Polda) Lampung, Kamis (29/9) menetapkan tiga anggota DPRD sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap ketua satgas AMPG Bandarlampung Alfasni Abdul Hamid yang terjadi di depan kantor DPD I Partai Golkar Lampung, Kamis (15/9) lalu.

Ketiga anggota dewan yang ditetapkan sebagai tersangka itu yaitu Azwar Yakub (anggota DPRD Lampung), Miswan Rodi (DPRD Lampung) dan Joni Corne (DPRD Pesawaran). Penetapan ketiga anggota DPRD tersebut disampaikan Kasubdit I Krimum Polda Lampung, AKBP Eko
Supriyadi kepada wartawan, Kamis (29/9).

"Berdasarkan bukti yang ada baik keterangan saksi, visum, petunjuk dan barang bukti yang telah disita. Penyidik yakin bahwa perkara tersebut perkara pidana yang disangkakan melanggar pasal 170 yaitu penganiayaan dengan kekerasan yang dilakukan bersama - sama di muka umum dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun," katanya.

Saat ditanya apakah pihaknya akan melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka, Eko menuturkan, pihaknya masih menunggu izin dari menteri dalam negeri (mendagri) dan gubernur Lampung.

"Mereka (Azwar Yakub, Miswan Rodi dan Joni Corne) belum diperiksa sebagai tersangka. Karena baru ditetapkan sebagai tersangka. Jadi kita tunggu izin dari mendagri dan gubernur dulu baru kita periksa sebagai tersangka," katanya.

Dijelaskan, pihaknya sudah mengajukan izin kepada mendagri dan gubernur pada Senin (26/9).

"Untuk pengajuan izin ke gubernur Lampung, saya sendiri yang mengantarkannya. Sedangkan pengajuan izin ke mendagri dan bareskrim yang mengantarkan Kompol Deni," ungkapnya.

Sebelumnya, korban penganiayaan Alfasni Abdul Hamid melaporkan aksi penganiayaan yang dialami dirinya ke Polda Lampung. Laporan tertuang di dalam surat tanda terima penerimaan laporan nomor : STTPL/1239/IX/2016/LPG/SPKT. Di dalam laporan tersebut disebutkan, dugaan penganiayaan terhadap Fasni terjadi pada Kamis (15/9) sekira jam 09.00 WIB bertempat di kantor DPD I PG Lampung.

Fasni mengutarakan, selain dirinya, penganiayaan yang terjadi di DPD I PG Lampung itu juga dialami rekannya Imron dan Dahlan ketika sedang bertugas jaga di DPD I Partai Golkar Lampung.

“Tiba – tiba muncul ratusan orang yang menghampiri saya karena mau masuk ke DPD I. Setelah saya tanya maksud kedatangannya, tiba – tiba ada satu orang yang mukul saya yang kemudian diikuti oleh massa lainya,” ujarnya kepada wartawan di RS Bumi Waras. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed