​Waktu Tinggal 3 Bulan Lagi, Pendapatan Sektor PBB Bandar Lampung Baru Tercapai Rp32 Miliar

setialampung.com - Pendapatan sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) sampai dengan September 2016 baru tercapai Rp32 miliar lebih dari target Rp150 miliar. 
Hal ini terungkap di dalam hearing antara komisi II DPRD Bandarlampung dengan Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandarlampung yang dilaksanakan di komisi II, Rabu (21/9).

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendapatan Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan, pihaknya sudah menjalankan semua upaya untuk meningkatkan pendapatan di bidang PBB.

Salah satunya, kata Yanwardi, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada masing - masing camat dan lurah untuk mengirimkan surat edaran kepada masing - masing warganya agar membayar PBB.

"Kami juga ikut menagih ke lapangan. Dan progresnya sudah menunjukkan peningkatan. Yang rajin membayar PBB itu golongan menengah ke bawah, yaitu kisaran Rp2 juta ke bawah," ungkapnya.

Saat ditanya kenapa SPT PBB baru dibagikan ke warga disekitar pertengahan tahun, Yanwardi menuturkan, pihaknya terus berupaya agar SPT PBB bisa dibagikan di awal tahun.

"Di 2017 target kami, SPT PBB bisa dibagikan di Februari 2017. Kita upayakan dari PBB setidaknya tercapai Rp65 miliar diakhir tahun 2016 ini," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini ada sekitar 335 pegawai yang terus berupaya meningkatkan dan mengejar tercapainya target pendapatan dari segi PBB.

"Ada dua tim yaitu yang diturunkan untuk menagih PBB. Tim dari Dispenda 13 orang dan tim dari kecamatan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung Poltak Aritonang mendukung upaya dispenda untuk menagih PBB.

"Ada sekitar 250 ribu wajib pajak di Bandarlampung. Berdasarkan dsta yang ada, wajib pajak golongan 1 - 3 atau PBB perumahan warga yang rajin membayar PBB. Hearing ini akan kita lanjutkan pertemuan dengan masing - masing UPT," ujarnya.

Sementara, anggota komisi II DPRD BandarErdiansyah Putra pada kesempatan tersebut menyoroti dan mempertanyakan bagaimana upaya atau cara Dispenda menagih PBB warga. Mengingat waktu yang hanya tinggal tiga bulan lagi.

Erdiansyah juga menanyakan mengapa SPT PBB warga tidak bisa dibagikan di awal tahun. Karena selama ini selalu dibagikan di pertengahan tahun. Sehingga rentang waktunya hanya beberapa bulan, sehingga dikhawatirkan target tidak tercapai. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed