Diduga Terindikasi Pengguna Narkoba, BNNP Jaring 20 Pengunjung Hiburan, Salah Satunya Diduga Pegawai Honorer Bawaslu Lampung

setialampung.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Kombes Pol Suwanto mengatakan, pihaknya beserta Direktorat Narkoba Polda Lampung, Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) dan Intel Korem, Kamis (13/10) dinihari melaksanakan operasi gabungan tempat hiburan di Bandarlampung. 

“Dari hasil operasi gabungan itu, kami melakukan tes urine kepada sekitar 300 pengunjung. Berdasarkan hasil tes urine, 20 orang yang terjaring di diskotik Center Stage, Hotel Novotel, diduga terindikasi menggunakan narkoba. Umumnya 20 orang ini terindikasi menggunakan sabu – sabu dan ekstasi,” katanya kepada setialampung.com, Kamis (13/10).

Saat ini, lanjutnya, 20 orang tersebut masih berada di BNNP untuk dilakukan pendalaman apakah menggunakan narkoba atau bukan. Karena diduga umumnya narkoba sudah digunakan sebelum datang ke tempat hiburan.

“Menurut pengakuan salah satu pengunjung, narkoba digunakan di luar tempat hiburan. Jadi ketika sampai di tempat hiburan tinggal bersenang – senangnya. Kita tunggu apa hasil pendalaman dokter dan psikologi di BNNP. Apakah 20 orang ini akan dilakukan rehabilitasi jalan atau rehabilitasi inap. BNNP punya klinik rehabilitasi sendiri yaitu klinik Pratama. Berdasarkan aturan, kami punya wewenang 3 x 24 jam untuk melakukan pendalaman terhadap 20 orang ini. Dokter dan psikologi yang memeriksa apakah 20 orang sering menggunakan narkoba atau tidak. Kami juga bisa melakukan tes urine kembali di BNNP jika diperlukan. Mudah – mudahan hari ini sudah ada hasil,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dari 20 orang yang diduga terindikasi menggunakan narkoba tersebut. Salah satunya merupakan pegawai tidak tetap (honorer) Bawaslu Lampung.

Sementara Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah ketika dikonfirmasi setialampung.com mengaku sudah mendengar kabar adanya salah satu pegawai honorer Bawaslu Lampung yang terkena razia gabungan BNNP tersebut.

“Ya, ada yang ngasih kabar ke saya. Saya prihatin dan tidak menyangka, saya syok mendengarnya. Kedepan Bawaslu akan melakukan tes urine di internal bawaslu. Kita akan melakukan perbaikan agar terkontrol semua. Kami masih menunggu kabar selanjutnya dari BNN,” ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog