Langsung ke konten utama

​Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin Berhasil Halau Ribuan Massa dengan Santun

setialampung.com - Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ike Edwin berhasil menghalau sekitar 1.500 massa yang berkumpul di sekitar area PT. BNIL, Tulangbawang, dengan santun, Sabtu (1/10).

"Saya memimpin anggota berjalan kaki sekitar 2 KM menghalau ribuan massa untuk kembali ke kampungnya masing - masing. Sekitar 40 menit saya menghalau ribuan massa itu. Tidak ada massa yang menyorakin dan melempar batu ke kami," kata Kapolda, Senin (3/10).

Pada kesempatan itu, jelasnya, dirinya hanya secara lisan menyampaikan dan meminta dengan santun dan tegas kepada masa untuk meninggalkan lokasi tempat berkumpul.

"Bapak - bapak ini saudara saya, saya beri waktu 10 menit untuk tinggalkan lokasi. Akhirnya ribuan massa meninggalkan lokasi. Tidak ada lemparan batu dan sorakan dari para pengunjung rasa. Kondisi jalan tidak macet total. Karena pohon yang melintang dan mobil yang ditarok di jalan berhasil disingkirkan polisi," ungkapnya.

Selain itu, ujarnya, pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan akan mengantarkan ribuan massa itu ke kampungnya yang berjarak sekitar 2 KM dari lokasi berkumpul.

"Saya ucapkan terimakasih, kalau bapak - bapak mau kembali ke kampungnya, saya antar sampai rumah. Saya menyeberang kali menganter para pengunjuk rasa," tandasnya.

Menurut Ike Edwin, permasalahan di PT. BNIL ini sudah muncul sejak tahun 1987 sampai saat ini. Dan tuntutannya sama yakni masyarakat ingin memiliki lahan setempat dan perusahaan tidak ingin menyerahkan lahan tersebut.

"Mari kita sama - sama cari solusinya untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satu upaya kami untuk menyelesaikan masalah ini, saya punya ide untuk membentuk satgas yang terdiri dari semua unsur terkait. Seperti dari departremen transmigrasi," ungkapnya lagi. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …