Kepala BNNP Lampung Suwanto: Kami Bisa Usulkan Tempat Hiburan Ditutup Kalau Ditemukan Narkoba di Dalamnya

"​Saya tidak akan melarang dan mengusik tempat - tempat hiburan. Kecuali di dalamnya terbukti dan ditemukan ada peredaran narkoba. Kalau itu kami bisa usulkan agar tempat hiburan tersebut untuk ditutup," Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung Kombes Pol Suwanto.

setialampung.com - Salah satu upaya meminimalisir peredaran dan penggunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung akan membagikan selebaran dan menempel stiker di setiap tempat hiburan. Ini disampaikan Kepala BNNP Lampung Suwanto kepada setialampung.com, Jumat (14/10). 

"Sudah kami siapkan stiker bertuliskan stop narkoba. Stiker akan ditempelkan di setiap tempat hiburan," ujarnya.

Upaya lainnya, kata Suwanto, BNNP akan terus memantau, melakukan perawatan dan pembinaan terhadap pengguna narkoba setelah menjalani rehabilitas. Diantaranya dengan memberikan pembekalan keterampilan di bidang perbengkelan, komputer dan kuliner.

"Kami sudah bekerjasama dengan salah satu yayasan untuk melakukan pembinaan kepada para pengguna narkoba. Kedepan kami juga akan menjalin kerjasama dengan balai latihan kerja (BLK) dan perusahaan - perusahaan agar bisa memberikan CSR dalam bentuk pembinaan atau peralatan pelatihan. Saat ini sudah ada 50 mantan pengguna narkoba yang mau ikut program pembinaan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Suwanto mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 20 pengunjung hiburan yang terjaring dalam operasi gabungan yang digelar di Center Stage, Hotel Novotel, Kamis (13/10) dinihari.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan BNN dan dokter, 20 orang yang kita amankan itu termasuk pengguna narkoba tingkat pemula. Artinya masih taraf coba – coba menggunakan narkoba jenis sabu – sabu dan ekstasi,” kata Suwanto kepada setialampung.com, Jumat (14/10).

Karena terbukti menggunakan narkoba, kata Suwanto, BNN memutuskan 20 orang
pengguna tersebut untuk menjalani rehabilitasi atau rawat jalan di klinik Pratama.

“Kami mewajibkan 20 orang itu direhabilitasi tapi rawat jalan. Mayoritas 20 orang itu merupakan pegawai dan mahasiswa. Diantaranya ada yang statusnya pegawai kontrak, pegawai honorer Bawaslu Lampung dan mahasiswa,” ungkapnya. Malam ini kita serahkan kepada keluarganya. Tapi sebelumnya harus tandatangan pernyataan wajib ikut rehabilitasi,” ungkapnya.

Sebelumnya juga, BNNP Lampung beserta Direktorat Narkoba Polda Lampung, Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) dan Intel Korem, Kamis (13/10) dinihari melaksanakan operasi gabungan tempat hiburan di Bandarlampung.

“Dari hasil operasi gabungan itu, kami melakukan tes urine kepada sekitar 300 pengunjung. Berdasarkan hasil tes urine, 20 orang yang terjaring di diskotik Center Stage, Hotel Novotel, diduga terindikasi menggunakan narkoba. Umumnya 20 orang ini terindikasi menggunakan sabu – sabu dan ekstasi,” katanya kepada setialampung.com, Kamis (13/10).

Saat ini, lanjutnya, 20 orang tersebut masih berada di BNNP untuk dilakukan pendalaman apakah menggunakan narkoba atau bukan. Karena diduga umumnya narkoba sudah digunakan sebelum datang ke tempat hiburan.

“Menurut pengakuan salah satu pengunjung, narkoba digunakan di luar tempat hiburan. Jadi ketika sampai di tempat hiburan tinggal bersenang – senangnya. Kita tunggu apa hasil pendalaman dokter dan psikologi di BNNP. Apakah 20 orang ini akan dilakukan rehabilitasi jalan atau rehabilitasi inap. BNNP punya klinik rehabilitasi sendiri yaitu klinik Pratama. Berdasarkan aturan, kami punya wewenang 3 x 24 jam untuk melakukan pendalaman terhadap 20 orang ini. Dokter dan psikologi yang memeriksa apakah 20 orang sering menggunakan narkoba atau tidak. Kami juga bisa melakukan tes urine kembali di BNNP jika diperlukan. Mudah – mudahan hari ini sudah ada hasil,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dari 20 orang yang diduga terindikasi menggunakan narkoba tersebut. Salah satunya merupakan pegawai tidak tetap (honorer) Bawaslu Lampung.

Sementara Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah ketika dikonfirmasi setialampung.com mengaku sudah mendengar kabar salah satu pegawai honorer Bawaslu Lampung terkena razia gabungan BNNP tersebut.

“Ya, ada yang ngasih kabar ke saya. Saya prihatin dan tidak menyangka, saya syok mendengarnya. Kedepan Bawaslu akan melakukan tes urine di internal bawaslu. Kita akan melakukan perbaikan agar terkontrol semua. Kami masih menunggu kabar selanjutnya dari BNN,” ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog