Langsung ke konten utama

Mantan Sopir Djoko Prihartanto Berikan Pengakuan Tertulis ke Kuasa Hukum Farizal

setialampung.com – Kuasa hukum terlapor dugaan setoran proyek Rp14 miliar Farizal Badri Zaini, Benny N.A Puspanegara mengatakan, pihaknya akan memberikan bukti baru ke penyidik Polda Lampung terkait dugaan rekayasa atau paksaan pemberian kesaksian palsu tentang penyerahan uang dari Djoko Prihartanto ke Farizal di area Pemprov Lampung. Bukti yang akan disampaikan yaitu pengakuan tertulis mantan sopir Djoko Prihartanto, Bayu Apriyadi.

“Jadi, Bayu ini beberapa kali berusaha untuk bertemu dengan Farizal. Tapi sebelumnya saya tanya dulu apa tujuannya mau bertemu dengan Farizal,” katanya di Polda Lampung, Jumat (14/10).

Benny mengutarakan, setelah bertemu dengan Farizal, Kamis (13/10) malam, Bayu mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa Djoko untuk memberikan kesaksian palsu bahwa dirinya telah melihat penyerahan uang dari Djoko ke Farizal di area pemprov Lampung.

“Bayu ini mengaku diintimidasi oleh Djoko. Karena ketakutan, Bayu menghubungi dan minta perlindungan kepada kami. Setelah bertemu dan memberikan penjelasan ke kami, Bayu bersedia memberikan pernyataan dan pengakuannya secara tertulis. Pengakuan tertulis Bayu ini belum diterima penyidik karena kami diminta membuat surat resmi ke direktur kriminal umum Polda Lampung. Secepatnya kita serahkan ke Dirkrimum,” ujarnya seraya menunjukkan pengakuan tertulis Bayu.

Sementara salah satu kuasa hukum Djoko Prihartanto, Erick Subarkah mempertanyakan dan menilai pernyataan Bayu telah mengada – ada.

“Sudah lama kami kehilangan kontak dengan Bayu. Tapi kenapa sekarang tiba – tiba Bayu muncul dan membuat pengakuan tersebut. Padahal Bayu melihat langsung Djoko menyerahkan uang ke Farizal di area Pemprov Lampung. Jadi ada yang aneh,” katanya melalui ponselnya, Kamis (14/10). (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…