21 Oktober 2016

​Sang Sang Ungkap Kronologis Dugaan Setoran Proyek, Begini Kronologisnya

setialampung.com - Pemeriksaan atas kasus dugaan setoran proyek senilai Rp14 miliar dengan tersangka mantan Kabiro Perekonomian Pemprov Lampung Farizal Badri Zaini terus bergulir. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap mantan sopir Djoko Prihartanto, Bayu Apriyadi. Penyidik subdit II Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung, Kamis (20/10) melakukan pemeriksaan terhadap salah satu rekanan yaitu Hi. Sang Sang.

Kepada awak media di graha jurnalis Polda Lampung, Hi. Sang Sang mengungkapkan awal mula dugaan setoran proyek yaitu pada awal Maret 2016 dirinya bertemu dengan Lela Bahar. Lalu Lela menawarkan paket pekerjaan di Dinas PU Bina Marga kepada dirinya. Kemudian sekira pada minggu ke 3 Maret 2016, ia dan Eka Wahyuni diajak ke kantor gubernur oleh Lela Bahar untuk bertemu Djoko Prihartanto (Mantan Kabid penyuluhan pertanian) dan diperkenalkan dengan Farizal Badri Zaini (tersangka) mantan Kabiro perekononomian Provinsi Lampung.

Sesampainya di kantor Djoko, Lela Bahar, Hi. Sang Sang dan Eka Wahyuni diajak Djoko ke ruangan Farizal. Tapi tidak bertemu Farizal karena lagi rapat di lantai II. Tidak lama kemudian Farizal menyempatkan diri menemui Lela Bahar, Sang Sang dan Eka Wahyuni di ruangan Farizal. Selanjutnya Djoko memperkenalkan Lela Bahar, Sang Sang dan Eka Wahyuni kepada Farizal sebagai rekanan perusahaan.

Tidak lama kemudian, kata Sang Sang, Farizal berpamitan untuk ikut rapat lagi dengan alasan rapat dengan gubernur Lampung sambil berkata segala sesuatu urusan dengan Djoko seraya berkata apa yang disampaikan Djoko sama dengan yang disampaikan Farizal.

"Pertemuan tak lebih dari dua kali dan itu dilakukan di kantor gubernur Lampung," ujarnya.

Sejak pertemuan itu, tambahnya, Djoko aktif menghubungi dirinya dan Eka. Lalu pada 5 April 2016, Djoko, Sang Sang dan Eka Wahyuni bertemu di rumah Indra Ismail untuk membicarakan berapa dana yang dibutuhkan. Maka ketemulah angka Rp4,5 miliar dengan rincian Rp1 miliar dana Sang Sang dan Eka, Rp3,5 miliar dana milik Indra Ismail. Dan dana tersebut diserahkan ke Djoko di rumah Indra Ismail pada 5 April 2016 sekira pukul 16.00 WIB disaksikan Indra Ismail, Sang Sang dan Eka.

Setelah penyerahan pada 5 April 2015, lanjutnya, ia ditelpon Farizal sepengetahuan Djoko dan disaksikan Eka serta supirnya diminta untuk menyerahkan dana Rp1,5 miliar kepada Yosi Rizal anggota fraksi PDIP Lampung.

Selanjutnya pada 12 April 2016, kata Sang Sang, Eka dan supirnya Agus Hernanto mengantar dana ke rumah Yosi Rizal di Jalan Sultan Agung Gang Raden Saleh sekitar 16.30 WIB. Setelah itu Sang Sang melapor ke Djoko bahwa dana sudah diserahkan ke Yosi Rizal dan Djoko menandatangani kwitansi senilai tersebut pada 12 April 2016.

Pada 26 April 2016, Sang Sang dimintai dana Rp1 miliar oleh Djoko dan diantar ke basement kantor gubernur Lampung dan Djoko menandatangani kwitansi tersebut.

"Semua dana yang diserahkan tersebut dengan alasan untuk investasi dan kalaupun ada paket pekerjaan di dinas PU Provinsi Lampung tahun 2016, maka akan diberikan pekerjaannya sebagaimana nilai dana yang telah diserahkan," ungkapnya.

Sementara Kuasa Hukum Sang Sang, Ginda Ansori menuturkan, Sang Sang menjalani pemeriksaan untuk ketiga kalinya.

"Ada sekitar 15 pertanyaaan selama pemeriksaan. Pemeriksaan ini untuk saksi laporan yang sama yaitu Djoko prihartanto. Tapi sebelumnya kesaksian dipenyelidikan dan sekarang kesaksian untuk penyidikan pasca ditetapkan farizal sebagai tersangka," kata Ansori.

Ansori mengungkapkan, Sang Sang diperiksa seputar dua rekaman video dan orang - orang yang ada di dalam video tersebut.

"Termasuk siapa yang mengajak pertemuan, apa isi pertemuan dan siapa saja yang hadir di pertemuan tersebut," ungkapnya. (ben)

Label: , , ,