Langsung ke konten utama

​Gubernur Lampung Ridho Ficardo: Kerukunan Beragama Salah Satu Dasar Pembangunan di Daerah

setialampung.com - Tari Sekar Wawai yang kombinasi antara gerakan tarian Bali dan tarian Lampung membuka secara resmi lomba Utsawa Dharma Gita VIII Tingkat Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Sahid Bandarlampung, mulai Jumat (16/12) hingga Sabtu (17/12) 2016 mendatang. Acara ini pun dihadiri langsung Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kapolda Lampung Birgjen Sudjarno, Dirjen Bimas Hindu Direktur Urusan Agama Hindu kemenag RI I Wayan Budha, Kakanwil Kemenag Lampung Suhaili, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Lampung Ketua Panitia I Putu Swarta, beserta ratusan peserta dan juri, dan ribuan umat se Lampung. 

Dalam sambutannya, Ketua PHDI Provinsi Lampung I Nengah Maharta mengatakan, kegiatan ini guna mengasah sportivitas, dalam hal ini mencari bibit-bibit unggul untuk nantinya maju ke tingkat Nasional dan membanggakan nama Lampung.

Dirinya menjelaskan, kegiatan ini diikuti ratusan peserta umat Hindu se-Lampung. Dengan rincian 500 peserta lomba, 96 official, 55 juri, dan ratusan perwakilan umat.

"Saya berharap hasil lomba ini akan melahirkan wakil-wakil dari Lampung yang akan dikirim pada acara Utsawa tingkat Nasional ke 13 di Palembang bulan Juli 2017 mendatang. Sesuai dengan tema berlomba untuk menciptakan kader bermoral sebagai anak bangsa," jelas I Nengah Maharta.

Sementara Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, dalam sambutannya mengaku, sangat bangga dengan adanya kegiatan seperti Utsawa Dharma Gita ini. Pasalnya, umat Hindu di Lampung dalam keadaan kompak dan ceria tanpa ada tekanan atau paksaan terhadap situasi apapun. Terlebih lagi nantinya bisa membawa nama daerah sendiri.

"Di Lampung, menjunjung tinggi kebhinekaan dalam semangat membangun provinis berlambang Siger ini," kata Gubernur Ridho.

Tidak sampai disitu, Gubernur termuda se-Indonesia ini bahkan menyiapkan lahan untuk rumah ibadah umat Hindu. Menurutnya, Lampung salah satu provinsi yang memiliki umat Hindu yang cukup banyak dan berkontribusi pada pembangunan di Lampung. Melihat banyaknya umat Hindu dengan pusat tempat ibadah yang terbilang sempit, Ridho berjanji akan memberikan sekitar 3 hingga 4 hektare tanah untuk keperluan umat Hindu nantinya.

"Umat Hindu salah satu yang terbanyak selain di Bali adalah di Lampung. Saya melihat tempat ibadah untuk umat sebanyak ini tergolong sempit hingga parkir harus di bahu jalan lintas seperti ini. Ada tanah di Kota Baru yang bisa dimanfaatkan,” kata Ridho. Bahkan Gubernur menjamin tidak ada diskriminasi umat, apalagi umat Hindu yang ada di Provinsi Lampung diyakininya hampir 99% ber-KTP Lampung, untuk itu jangan pernah merasa menjadi tamu di tanah sendiri.

"Kerukunan beragama adalah bagian dari dasar pembangunan di suatu daerah, tanpa adanya kerukunan rasanya pembangunan tidak akan berjalan secara maksimal," ujar Ridho.

Sementara itu, terkait perlombaan pembacaan Kitab Suci Weda ini, Ridho berharap, bahwa sudah sepantasnya Utsawa Dharma Gita tingkat Nasional kedepan bisa meraih posisi yang lebih tinggi lagi. "Ketika saya dengar perlombaannya nanti di Palembang, maka Lampung harus diperingkat pertama, karena disetiap kesempatan Sumatera Selatan ini selalu menempel Lampung. Artinya kita tidak terkalahkan," canda Ridho, disambut tepuk tangan peserta. Masih kata Ridho, kegiatan seperti malam ini harus dapat terus berjalan dengan kualitas yang meningkat. Apalagi tantangan zaman saat ini sangat mempengaruhi generasi muda melakukan penyimpangan-penyimpangan.

"Semua umat menghadapi permasalahan serupa, seperti narkoba, dan pengarus sosial lainnya. Dengan adanya kegiatan ini maka menjadi solusi untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi generasi muda," tutup Ridho.

Untuk diketahui, acara ini telah dilakukan ke-8 kalinya, dan secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Kontingen Provinsi Lampung dalam ikut serta berlomba dalam Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional tahun 2017 mendatang di Palembang, Sumatera Selatan.(*)

 

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…