​Soal Amblasnya Jembatan Way Tatayan, Bupati Lampung Tengah Mustafa akan Copot Kadis PU

setialampung.com - Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa angkat bicara terkait amblasnya jembatan Way Tatayan yang terletak di Desa Sendang Asri, Kecamatan Sendang Agung, Lamteng.

Kepada setialampung.com, Selasa (27/12), Mustafa menegaskan, ada dua langkah yang akan diambil terkait amblasnya jembatan Way Tatayan. Langkah pertama yaitu menginstruksikan kepada rekanan untuk secepatnya memperbaiki jembatan yang amblas tersebut. Kemudian yang kedua mencopot kepala dinas pekerjaan umum (PU) setempat.

"Dua langkah itu yang akan saya ambil. Ini agar para pejabat paham dengan kerja saya. Jadi jangan main - main," tegas pria yang juga menjabat ketua DPW Partai Nasdem Lampung ini.

Sebelumnya, belum lama diresmikan penggunaannya, namun Jembatan Way Tatayan yang terletak di Desa Sendang Asri, Kecamatan Sendang Agung, Lamteng, mengalami kerusakan (amblas).

Sebelumnya, Kepala bidang pemeliharaan jalan dinas bina marga Lampung, Toni Ferdinansyah menegaskan, perbaikan amblasnya Jembatan Way Tatayan yang terletak di Desa Sendang Asri, Kecamatan Sendang Agung, lamteng merupakan tanggung jawab dinas pekerjaan umum (PU) setempat.

"Dinas PU Lamteng yang harus bergerak cepat memperbaiki jembatan yang amblas sekitar 10 meter itu. Kabarnya pembuatan jembatan Way Tatayan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar," kata Toni.

Toni juga menegaskan, dinas bina marga Lampung hanya mendorong percepatan pembangunan jembatan agar pembangunan infrastruktur cepat terealisasi.

"Jadi bukan dinas bina marga Lampung yang bertanggungjawab atas kerusakan jembatan Way Tatayan tersebut. Warga bisa melaporkan kerusakan jembatan itu langsung ke dinas PU Lamteng. Pekerjaannya bukan tanggung jawab dinas bina marga Lampung. Karena pengelolaan jembatan itu dipegang langsung dinas PU Lamteng," tegasnya lagi.

Toni menjelaskan, dinas bina marga Lampung tidak bisa langsung menangani atau memberikan bantuan memperbaiki jembatan tanpa prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Kami (pemprov) bisa turun tangan membantu penanganan persoalan jembatan tersebut dengan menggunakan APBD provinsi asalkan ada surat permohonan/pernyataan yang menyatakan bahwa Pemkab Lamteng tidak mampu memperbaikinya," tegasnya pula.

Jiika pemprov langsung turun tangan memperbaikinya, kata Toni, pihaknya bisa disalahkan. Karena bukan kewenangan provinsi, walau tujuan bantuan itu baik. Begitu pula penggunaan APBD provinsi untuk membantu penanganan persoalan jembatan itu tidak serta merta, dan harus ada mata anggarannya.

Untuk diketahui, amblasnya jembatan di kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa itu, Sabtu (24/12), diduga karena jembatan tidak mampu menahan tonase kendaraan yang melintasi jembatan. Ditambah lagi tanah timbunan masih labil serta disebabkan faktor cuaca. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed