Pemprov Lampung Siapkan Lahan Buat Pedagang di PKOR

PKOR Waay Halim (ist)
BANDARLAMPUNG, FS - Usai dilakukannya pembongkaran kepada pedagang dan pemilik cafe remang-remang di Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim, Bandarlampung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, mulai berbenah. Salah satunya dengan melakukan Land Clearing (pembersihan lahan sebelum pembangunan) guna memfasilitasi para pedagang tersebut.

Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah, Fauziah, mengatakan, selain menjaga aset daerah, hal ini juga untuk menghindari pedagang kembali masuk ke dalam PKOR. Untuk tempat relokasinya sendiri, nantinya akan ditempatkan persis di depan PKOR, yang dulunya merupakan lahan rawa serta tanah yang ditumbuhi rumput tinggi.

"Pemprov Lampung mulai hari ini, hingga 5 hari kedepan land clearing terus dilakukan. Dengan langsung menurunkan alat berat, untuk para pedagang kaki lima di PKOR nantinya," kata Fauziah, Jumat (20/1).

Mantan Sekretaris Pendidikan Provinsi Lampung ini, melanjutkan, selain pemerataan lahan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Ferry pemilik lahan, yang saat ini dikelola oleh Iyansori Saini.

"Ini merupakan perhatian Pemerintah Lampung kepada para pedagang. Ini juga untuk merespon efek kebutuhan masyarakat karena ini mata pencarian mereka (pedagang) dan Pemprov tidak tinggal diam," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Biro Perlengkapan Lampung, Saprul Al Hadi, menjelaskan, Pemprov Lampung selalu berupaya untuk memperhatikan para pedagang. Agar fungsi PKOR kembali untuk kegiatan olahraga dan acara-acara besar lainnya.

"Saat ini kami tinggal tunggu masterplan dari Bappeda Lampung, guna memberdayakan fasilitas di PKOR untuk pusat budaya, hingga lapangan parkir," singkat Saprul.

Terpisah, pengelola lahan pedagang di PKOR Way Halim, Iyansori Saini, mengatakan, sekitar 800 pedagang akan ditempatkan di lahan seluas 8 hektare, dan terkait penyewaan lahan, pihaknya juga belum bisa menentukan, karena saat ini yang terpenting adalah merelokasi para pedagang.

"Masalah sewa lahan belum ada ketentuan. Saat ini adalah bagaimana para pedagang itu bisa berjualan dengan aman, tertib, dan tentunya tidak menyalahi aturan," tukas Iyansori.

Penyediaan lahan ini juga, sambung Iyan, untuk membantu Pemprov Lampung, guna mengembalikna fungsi PKOR dan tidak berjualan di jalan atau pintu masuk, karena menyebabkan kemacetan," tukasnya.

Masih katanya, pihaknya juga sudah koordinasi dengan PLN guna penyediaan listrik secara legal. "Kami tidak menyediakan tempat dan listrik untuk cafe-cafe. Karena, mengundang kemaksiatan dan kebisingan, meskipun hanya cafe kuliner," ungkapnya.(ZN)


Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed