Menteri perindustrian sepakat percepatan kawasan industri di Lampung



setialampung - Menteri Perindustrian Arilangga Hartarto mendorong relokasi industri dari Jawa ke Sumatera. Salah satunya dengan memanfaatkan jumlah kawasan industri (KI) yang tengah dibangun di Lampung. Pemerintah sepakat menetapkan percepatan pembangunan tiga kawasan industri sebagai langkah menjadikan Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Sambil mempersiapkan kawasan industri itu, kami mempromosikan Lampung sebagai daerah tujuan investasi di luar Jawa," kata Menteri Airlangga Hartarto saat rapat bersama Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan, Jakarta Selatan, Senin (14/8).

Rapat yang juga dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Imam Haryono, dan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Lampung ini berlangsung sejalama satu jam. Didalam rapat juga disepakati menyelesaikan berbagai kendala lapangan agar sejumlah kawasan industri yang dirancang Pemprov Lampung dan kementerian perindustrian segera terwujud.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyambut baik langkah menteri perindustrian yang ingin menjadikan Lampung sebagai tujuan investasi baru.

Menurut gubernur, ketiga pembangunan KI tersebut merupakan tindak lanjut rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beserta para menteri kabinet kerja, pada 6 Maret 2017 di Istana Negara.

"Ketiga KI ini disetujui Presiden. Tinggal menyelesaikan hambatan di lapangan," kata Gubernur Ridho.

Ketiga KI tersebut yakni Way Pisang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan seluas 3.500 hektare (ha). Lokasi ini berdekatan dengan Jalan Tol Trans Sumatera. Pembangunan KI ini dilakukan setelah izin prinsip tukar menukar kawasan hutan diterbitkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.

"Lahan ini berstatus hutan industri tapi hutannya tidak ada lagi," kata Ridho.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus kepada Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus yang lama terbengkalai. <br>

Sedangkan untuk jangka menengah, Pemprov Lampung menyiapkan KI Mesuji di Kecamatan Rawajitu Utara. Potensi lahan, kata Gubernur, mencapai 3.000 ha dengan status milik masyarakat.

"Ada potensi batubara yang bisa dikembangkan pembangkit listrik mulut tambang. Namun karena keterbatasan anggaran pusat dan provinsi, pembangunannya dimasukkan ke jangka menengah," ungkap Gubernur Ridho.

Pada rapat tersebut, gubernur juga melaporkan pengembangan pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) pengolahan kakao di Gedongtataan, Pesawaran. Sentra ini pada 2018 mendapat dana pusat Rp5 miliar untuk pengolahan biji kakao kering menjadi produk jadi dan setengah jadi. Selain itu, Gubernur Ridho juga memaparkan revitalisasi sentra IKM Kampung Tapis di Negeri Katon, Pesawaran. Kawasan ini juga mendapat dana alikasi khusus (DAK) 2018 sebesar Rp2 miliar.

"Sentra ini dikembangkan untuk mendukung produk unggulan lokal Lampung sekaligus sebagai destinasi wisata, karena tak jauh dari Bandara Radin Inten II," ungkapnya.
Menurut Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, Imam Haryono, pemerintah tengah mencari investor untuk melanjutkan KIM Tanggamus.

"Kami sangat mendukung apa yang direncakan gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. Pembangunannya akan dipercepat. Untuk KIM Tanggamus investornya harus kredibel. Jangan sampai terombang-ambing oleh investor yang tidak kredibel," kata Imam Haryono. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed