Soal sanksi dari DKPP, ini kata Fatikhatul Khoiriyah

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoriyah/DP WA Fatikhatul Khoiriyah

setialampung - Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah membenarkan bahwa dirinya beserta anggota Bawaslu Lampung lainnya yakni Ali Sidik dan Nazarudin, pernah mendapat sanksi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Iya benar, kami pernah dapat peringatan dari DKPP. Hal ini sudah saya klarifikasi ke tim seleksi (timsel). Sanksi dari DKPP itu peringatan ringan biasa. Peringatan dari DKPP itu juga tidak serta merta melarang untuk jadi penyelenggara pemilu lagi," kata Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah kepada setialampung, minggu (20/8).

Fatikhatul menuturkan, pihaknya tidak mempermasalahkan adanya laporan terkaitnya tersebut. Karena saat ini sedang memasuki tahap uji publik dalam seleksi calon anggota Bawaslu Lampung.

"Ini tahap uji publik. Sehingga semua masyarakat punya kesempatan untuk menyampaikan masukan ke timsel. Tidak masalah bagi saya. Memang pada saat itu (2014) ada ketidakmaksimalan. Tapi di 2014 itu juga, Bawaslu Lampung dapat penghargaan dari Bawaslu RI. Di satu sisi ada kekurangan, tapi di sisi lain banyak juga pelanggaran yang diselesaikan. Penanganan pelanggaran money politic itu agak sulit pembuktiannya," ujarnya.

Sebelumnya, tim seleksi calon anggota Bawaslu Lampung didesak mendiskualifikasi Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik dari peserta calon anggota Bawaslu Lampung.

"Ya, saya mendesak dan minta ke timsel agar Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik didiskualifikasi dari pencalonan," kata Rahmat Husein kepada setialampung, Sabtu (19/8).

Menurut Rahmat Husein, ketua dan anggota Bawaslu Lampung itu tidak layak untuk mencalonkan kembali sebagai anggota Bawaslu Lampung karena pernah mendapat sanksi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

"Salinan putusan dan video saat sidang di DKPP sudah saya serahkan ke timsel. Saya akan ke Bawaslu RI kalau kedua orang tersebut masih diluluskan dalam seleksi," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi terkait ini, Ketua timsel calon Bawaslu Lampung, Rudy menuturkan, pihaknya tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan.

Saya sudah ketemu dengan Rahmat Husein dan sudah menerima laporannya serta melihat video persidangan DKPP itu. Tapi kami tidak bisa gegabah mengambil keputusan," kata Rudy kepada setialampung, sabtu (19/8).

Menurut Rudy, untuk mencoret atau menghapus nama peserta calon anggota Bawaslu Lampung membutuhkan dasar dan kajian.

"Kami akan menindaklanjuti hal ini dan akan mengirimkan surat ke Bawaslu RI. Dan kami juga minta kepada Fatikhatul dan Ali Sidik untuk membawa surat putusan DKPP tersebut pada saat sesi wawancara di Swiss BelHotel, Minggu (20/8)," ungkapnya.

Ketua Bawaslu RI, Abhan menuturkan, anggota Bawaslu yang pernah mendapat sanksi peringatan oleh DKPP, tidak ada masalah mengikuti seleksi calon anggota bawaslu selanjutnya.

"Nanti melihat hasil FPT nya," ujarnya kepada setialampung.

Sementara, Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik belum bisa dikonfirmasi setialampung terkait hal ini (masih terus akan dikonfirmasi).

Diketahui, DKPP melalui keputusannya no. 25/DKPP-PKE-III/2014 memutuskan memberikan sanksi peringatan kepada ketua dan anggota Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, Ali Sidik dan Nazarudin. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed