Langsung ke konten utama

Pemprov Lampung kembali gulirkan Gerbang Desa Saburai


setialampung - Setelah 100 desa pada 2016, gerakan membangun Desa Sai Bumi Ruwai Jurai (Gerbang Desa Saburai) kembali bidik 250 desa di 2017 dan 380 desa dapat terangkat dari status tertinggal pada 2018.

Oleh karenanya, pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kembali menyalurkan dana tahap ke-dua (40 persen) melalui rekening di 250 Desa penerima Gerbang Desa, sejak tanggal 25 Agustus 2017.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Yuda Setiawan menegaskan, tidak hanya berupa dana saja, namun seluruh SKPD Pemprov Lampung ramai-ramai membenahi desa tertinggal dengan berbagai program.

Tahun ini, sambung Yuda, sasaran Gerbang Desa Saburai membangun 73.046 meter jalan, 5.136 meter tembok penahan tanah, 99 unit gorong-gorong, 21 jembatan, 16.776 meter drainase, 2.638 meter irigasi, 86 unit sanitasi lingkungan, dan satu unit penampungan ikan.

Selain itu, dua unit bak sampah, 33 kantor desa, 22 posyandu, 28 los pasar, 137 sumur bor, dua ruang terbuka publik, dan program sarana air bersih dengan membangun 20 bak serta 19.429 meter pipa.

"Pada dasarnya infrastruktur yang dibangun melanjutkan program di 2016. Namun ada beberapa penambahan program sesuai kebutuhan dan usulan masyarakat," jelas mantan Pj Bupati Pringsewu ini, Senin (4/9).

Terpisah, Koordinator Tenaga Pendamping Provinsi (TPP) Program Gerbang Desa Saburai, Amir Machmud Hasan, mengatakan, dari 250 desa yang di transfer, ada dua desa di Kabupaten Mesuji yaitu desa Rejomulyo dan Desa Tanjung Menang  beberapa waktu lalu sempat mengalami hambatan, tetapi setelah di teliti ternyata ada kesalahan dalam pengiriman nomor rekening.

Dan hal tersebut, lanjutnya, sudah di selesaikan oleh Satker PMD Lampung bekerjasama dengan Dinas PMD Mesuji, sehingga sampai saat ini sudah tidak ada kendala lagi, “Mudah-mudahan semua dana  sudah sampai ke rekening desa, sehingga bisa segera di manfaatkan untuk melanjutkan kegiatan," tukaa Amir

Sementara itu progres kegiatan fisik Program Gerbang Desa Saburai terpasang di lapangan saat ini rata-rata telah mencapai 65%. Sehingga dengan dengan di cairkannya dana tahap II  (dari tahap pencairan yang di rencanakan) penyelesaikan kegiatan di lapangan akan sesuai dengan rencana kerja tindak lanjut yang telah ditetapkan

Sebelumnya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pernah menyampaikan, bahwa dari fakta lapangan masih banyak desa tertinggal yang butuh percepatan pembangunan.

"Seluruh desa yang masuk program ini dipilih berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebagai alat ukur. Desa yang tertinggal dibangun secara bertahap agar dalam tiga tahun dapat berubah dari status tertinggal," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, di Bandarlampung.

Gerakan ini pun dimulai dari 100 desa yang betul-betul tertinggal secara infrastruktur, pada 17 Desember 2015 di Jatiagung, Lampung Selatan. Semua desa yang dipilih berdasarkan indeks kemajuan desa (IKD) BPS Lampung.

Baca juga: Pemprov Lampung bangun ruang terbuka hijau

Itu sebabnya, di awal program ini sasaran utama penggunaan dana difokuskan pada infrastruktur seperti peningkatan jalan onderlagh, jalan paving blok, lapen, rabat beton, sarana air bersih, sumur bor, dan pemandianumum. Kemudian, tembok penahan tanah, drainase, gorong-gorong, dan jembatan dan kantor desa.

Sebagai program berkesinambungan (sustainable), Gerbang Desa Saburai di 2017 menargetkan 250 desa.Program ini tersebar di Tanggamus sebanyak 53 desa, Pringsewu (5), Lampung Barat (18), Lampung Utara (35),Pesawaran (20), Lampung Timur (4), Lampung Tengah (7), Lampung Selatan (12), dan Mesuji (21). Kemudian,Pesisir Barat (29), Waykanan (19), Tulangbawang (15), dan Tulangbawang Barat (12).

Kegiatan ini diawasi satu fasilitator tiap desa sehingga ada 250 fasilitator yang didukung 13 koordinator wilayah dan 12 anggota Tim Pendamping Provinsi.

"Kami memberi kebebasan kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan dana tersebut sesuai kebutuhan berdasarkan musyarawah desa," ungkapnya. (rls)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…