Langsung ke konten utama

Tenaga ahli pendamping desa diduga rangkap jabatan

ilustrasi, foto: istimewa.

setialampung – Tenaga kontrak satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) di Pringsewu, Juli Susanto diduga merangkap jabatan sebagai tenaga ahli pendamping desa di Tanggamus. Selain itu, kasus rangkap jabatan juga diduga terjadi atas nama Dini Destiny. Diketahui statusnya saat ini menjabat sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bandarlampung, yang sekaligus merangkap sebagai tenaga ahli bidang pemberdayaan di Progam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), di Pringsewu. 

Kabid Pengadaan Pemberhentian Kinerja dan Informasi, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kepegawaian Daerah (BKSDM-KD), Pringsewu, Nurtiana Sinaga, membenarkan bahwasanya dugaan rangkap jabatan itu melanggar peraturan. 

“Berdasarkan data yang kami miliki, memang Juli Susanto terdaftar aktif sebagai tenaga kontrak di Satpol PP. Namun jika benar yang bersangkutan juga juga terdaftar di instansi lain, tentunya ini tidak dibenarkan karena melanggar ketentuan,” tegas Nurtiana, Rabu (20/9).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial, Lampung, Sumarju Saeni menilai, status pekerjaan seseorang tidak dibenarkan bila double (dua) job.

"Yah tak bisa, harus pilih salah satu, dia mau bekerja sebagai apa. Enggak bisa makan dua sekaligus," tegas Sumarju, via ponselnya. 

Dirinya juga mengingatkan, pegawai yang tidak melepas salah satu pekerjaannya dipersilahkan dengan hormat untuk mengundurkan diri.

"Kalau mau kerja rangkap lebih baik tidak usah bekerja sekalian, mundur atau pilih salah satu," tegasnya.

Terpisah, Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD), Lampung, Sulasih, juga membenarkan rangkap jabatan tidak diperkenankan. 

"Tidak ada aturan pendamping bisa double job (rangkap jabatan)," tegas Sulasih. 

Lanjutnya, pihaknya akan segera meneruskan ke Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas PMD Lampung, I Wayan Gunawan, guna progres kedepan.

"Sekarang PPK-nya beliau (Wayan), nanti saya sampaikan," singkatnya. 

Ketika dikonfirmasi, Wayan Gunawan, hingga saat ini belum bisa dimintai keterangannya, meski nomor ponselnya dalam keadaan aktif.


Permasalahan mengenai dugaan status rangkap jabatan pendamping desa yang sekaligus memikul dua tanggung jawab alias terima gaji ganda, dinilai sudah menyalahi aturan yang ada. Pasalnya, fungsi dan tugas dari Tenaga Ahli Pendamping Desa (TAPD), sudah di atur dalam Permendesa No. 3 Tahun 2015, dengan tanggung jawab dan tugas berat yang diamanahkan kepadanya. Selain itu, Tenaga Ahli (TA/TAPD) juga harus fokus melaksanakan tugas pendampingan dan tidak dibenarkan rangkap jabatan. (tim)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…