Yandri Susanto membenarkan rekomendasi Arinal, Saad Sobari nilai aneh bin ajaib




setialampung – DPP PAN memastikan kebenaran dan keaslian surat rekomendasi DPP PAN No 051/PILKADA/IX/2017 tertanggal 9 September 2017 yang merekomendasikan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung. Kepastian ini disampaikan Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, Kamis (14/9).  

“Benar, kami merekomendasikan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung. Saya yang mengkonsep suratnya dan ditandatangani Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno. Soal siapa yang akan mendampingi Arinal, masih dibahas di internal PAN dan partai koalisi,” ujarnya.  

Sebelumnya, Ketua Harian DPW PAN Lampung, Saad Sobari menilai surat rekomendasi DPP PAN No 051/PILKADA/IX/2017 tertanggal 9 September 2017 yang merekomendasikan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung “aneh bin ajaib”.

Saat dihubungi setialampung.co.id melalui ponselnya, Kamis (14/9), Saad Sobari menilai, surat rekomendasi tersebut cacat prosedur dan bermasalah dalam hal administrasi. Saad menjelaskan, surat rekomendasi tersebut cacat prosedur karena pada Senin (11/9) pihaknya baru melaksanakan rapat di DPW PAN Lampung untuk menetapkan bakal calon. Lalu, Selasa (12/9) hasil rapat dilaporkan ke DPP PAN. Tapi pada Sabtu (9/9) ada surat rekomendasi tersebut.

Selain cacat prosedur, jelasnya lagi, surat rekomendasi tersebut dari sisi administrasi dinilai bermasalah karena di badan surat tersebut tertulis kalimat, tim pilkada pusat DPP PAN dengan tandatangan Ketua Umum (Ketum) DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

“Itu jelas – jelas salah. Kalau tim pilkada pusat namanya Yandri Susanto. Selain itu, Di paragraf terakhir surat rekomendasi itu juga ada bahasa, "demikian surat rekomendasi ini dibuat dan disampaikan kepada DPP PAN untuk ditindaklanjuti dalam surat keputusan". Kan ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjennya Edi Suparno. Kenapa di rekomendasi itu, dia (Ketum Zulkifli Hasan) buat surat untuk dirinya sendiri. Ini namanya “aneh bin ajaib”. Kalau terkait asli atau tidaknya surat tersebut, kami tidak bisa berkomentar, karena sampai saat ini kami belum terima surat tersebut. Nanti akan kami tanyakan langsung ke DPP PAN perihal surat rekomendasi tersebut. Rekomendasi DPP PAN final pada akhir September ini,” ungkapnya.

Saad juga menuturkan, rekomendasi tersebut dinilai gegabah dan terkesan buru – buru. Disamping itu, menurutnya, style (gaya) penulisan di rekomendasi itu bukan style  Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan.

“Style Ketum Zulkifli Hasan itu sangat teliti, cermat, hati – hati dan tidak sembrono,” jelasnya.
Saad juga menjelaskan, hal lainnya yaitu, pada Selasa (12/9) malam, Ketum Zulkifli Hasan memanggil Ketua DPW PAN Lampung, Bachtiar  Basri yang didampingi dirinya. Pada pertemuan itu ada pembicaraan enam mata.


“Pada pertemuan tersebut, ketum DPP PAN menyampaikan soal pemilihan gubernur dan pemilihan kepala daerah kabupaten, akan diputuskan dalam waktu dua minggu ini. Dan apapun keputusan DPP PAN, pasti berdasarkan keputusan yang terbaik untuk partai dan rakyat Lampung. Itu komunikasi di Selasa (12/9), di pertemuan itu sama sekali tidak menyinggung bahwa ketum sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Arinal. Artinya, surat tertanggal 9 September itu tidak disampaikan di pertemuan,” pungkasnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog