Polda Lampung masih selidiki soal dugaan sawit illegal


setialampung - Direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung terus melakukan penyelidikan terkait diamankannya satu unit truk dengan muatan sawit yang diduga illegal.

"Masih proses penyelidikan, masih dipelajari lebih lanjut," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Aswin Sipayung, senin (14/11).

Menurut Aswin, satu unit truk sawit itu merupakan bentuk pengamanan, belum penyitaan. Karena masih dipelajari terlebih dahulu apakah bisa jadi barang bukti atau tidak.

"Dugaannya tidak sesuai aturan yang semestinya. Sabar, semua masih dalam proses pendalaman dan penelitian," ujarnya.

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait diamankannya satu unit truk dengan muatan sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT.  Surya Utama Nabati (PT. SUN). Salah satu saksi yang dimintai keterangan yaitu karyawan PT. SUN.

General Manager PT. SUN, Benny Irawan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kamis (9/11), membenarkan kalau karyawannya dimintai keterangan sebagai saksi oleh Polda Lampung.

"Anggota (karyawan) saya yang dimintai keterangan di Polda. Namanya Johan, jabatannya asisten sortasi. Johan dimintai keterangan terkait mobil sawit yang masuk ke PT. SUN," kata Benny.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan satu unit truk yang memuat sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT Surya Utama Nabati (PT. SUN).

General Manager PT. SUN, Benny Irawan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kamis (9/11), membenarkan Ditreskrimsus Polda Lampung telah mengamankan satu unit mobil bermuatan sawit yang diduga illegal di dalam lokasi PT. SUN.

"Benar, mobil sawit diamankan Polda Lampung di dalam lokasi pabrik (PT. SUN). Saya tidak tahu persis, infonya yang diamankan satu unit mobil bermuatan sawit. Kalau muatan sawitnya melebih batas bak truknya, muatannya sekitar 7 ton," kata Benny.

Kendati demikian, Benny menegaskan, pihaknya tidak mengetahui jika sawit tersebut illegal.

"Kami tidak tahu buahnya (sawit) legal atau illegal. Sawit tersebut masuk ke PT. SUN menggunakan Delivery Order (DO) resmi dari supllier atas nama Sumadi yang berasal dari Simpang Asahan, yang lebih dari dua tahun ini sudah bekerjasama dengan kami," tegaskan.

Benny menjelaskan, DO resmi yang masuk ke PT. SUN harus menandatangani legalitas. Sehingga pabrik tidak menerima buah illegal.

"Kalau pun ada buah illegal, itu tanggungjawab supllier. Karena supllier sudah tandatangan perjanjian," ujarnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Aswin Sipayung saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait ini.

"Ada lima saksi yg telah diperiksa. Sampai saat ini perkara masih berjalan," katanya. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog