Polda Lampung periksa Bupati Lamsel, Zainudin Hasan, soal dugaan ujaran kebencian


setialampung - Direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Lampung terus melakukan pemeriksaan saksi dan mendalami kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan pada saat pidato pada peringatan hari santri nasional di lapangan Citra Karya, Kalianda, Lamsel, minggu (22/10).

"Masih kita dalami saksi - saksi lain, nanti dikabari. Pak bupati (Zainudin Hasan) sudah diperiksa," kata Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji, melalui pesan WhatsApp kepada setialampung.co.id, minggu (26/11).

Diketahui, Ditreskrimum Polda Lampung telah memeriksa saksi ahli atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan saat pidato pada hari santri nasional di lapangan Citra Karya, Kalianda, Lamsel, minggu (22/10).

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji saat ditemui di ruang kerjanya, senin (20/11), mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa tiga saksi ahli terkait dugaan ujaran kebencian dan penghasutan yang diduga dilakukan Bupati Lamsel, Zainudin Hasan.

"Kami sudah memeriksa tiga saksi ahli, diantaranya saksi ahli bahasa dan ahli pidana. Bila perlu akan meminta saksi ahli dari profesor," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk ketiga saksi ahli tersebut berasal dari univeritas Lampung, sedangkan untuk saksi ahli profesor menurut rencana akan didatangkan dari luar Lampung.

"Terlapor untuk dugaan kasus ujaran kebencian dan penghasutan ini yaitu Bupati Lamsel, Zainudin Hasan dan disangkakan melanggar pasal 160 tentang penghasutan," jelasnya.

Bupati Lamsel, Zainudin Hasan saat dikonfirmasi terkait hal ini menuturkan, semoga Allah melembutkan hati - hati yang keras.

"Kita serahkan semoga Allah melembutkan hati - hati yang keras," kata Zainudin Hasan melalui pesan WhatsApp kepada setialampung.co.id, senin (20/11).

Sebelumnya, Bupati Lamsel, Zainudin Hasan dilaporkan ke polda Lampung oleh forum penegak kehormatan Nahdlatul Ulama (FPKNU), selasa (24/10), atas dugaan ujaran kebencian dan penghasutan saat pidato pada hari santri nasional di lapangan Citra Karya, Kalianda, Lamsel, minggu (22/10). Laporan tertuang di dalam nomor : LP/B-1208/X/2017/SPKT. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog