Langsung ke konten utama

Polda Lampung periksa karyawan PT. SUN terkait dugaan sawit illegal

Satu unit truk dengan muatan sawit yang diduga illegal yang diamankan Polda Lampung. 

setialampung - Direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait diamankannya satu unit truk dengan muatan sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT.  Surya Utama Nabati (PT. SUN). Salah satu saksi yang dimintai keterangan yaitu karyawan PT. SUN.

General Manager PT. SUN, Benny Irawan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kamis (9/11), membenarkan kalau karyawannya dimintai keterangan sebagai saksi oleh Polda Lampung.

"Anggota (karyawan) saya yang dimintai keterangan di Polda. Namanya Johan, jabatannya asisten sortasi. Johan dimintai keterangan terkait mobil sawit yang masuk ke PT. SUN," kata Benny.

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan satu unit truk yang memuat sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT Surya Utama Nabati (PT. SUN).

General Manager PT. SUN, Benny Irawan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kamis (9/11), membenarkan Ditreskrimsus Polda Lampung telah mengamankan satu unit mobil bermuatan sawit yang diduga illegal di dalam lokasi PT. SUN.

"Benar, mobil sawit diamankan Polda Lampung di dalam lokasi pabrik (PT. SUN). Saya tidak tahu persis, infonya yang diamankan satu unit mobil bermuatan sawit. Kalau muatan sawitnya melebih batas bak truknya, muatannya sekitar 7 ton," kata Benny.

Kendati demikian, Benny menegaskan, pihaknya tidak mengetahui jika sawit tersebut illegal.

"Kami tidak tahu buahnya legal atau illegal. Sawit tersebut masuk ke PT. SUN menggunakan Delivery Order (DO) resmi dari supllier atas nama Sumadi yang berasal dari Simpang Asahan, yang lebih dari dua tahun ini sudah bekerjasama dengan kami," tegaskan.

Benny menjelaskan, DO resmi yang masuk ke PT. SUN harus menandatangani legalitas. Sehingga pabrik tidak menerima buah illegal.

"Kalau pun ada buah illegal, itu tanggungjawab supllier. Karena supllier sudah tandatangan perjanjian," ujarnya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol. Aswin Sipayung saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait ini.

"Ada lima saksi yg telah diperiksa. Sampai saat ini perkara masih berjalan," katanya. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)