Penyelenggara pemilu di Lampung kompak siap mundur dari jabatan di Ormas


setialampung - Komisioner KPU Lampung Barat (Lambar), Syarif Ediansyah siap mengundurkan diri dari jabatan ketua KNPI Lambar. Kesiapannya ini merujuk undang - undang (UU) nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Dimana di pasal 21 huruf k yang isinya, komisioner KPU bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU, KPU provinsi, dan kabupaten/kota yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

"Harus dong (mengundurkan diri), ini amanah UU. Ini lagi proses," kata Syarif, saat dihubungi setialampung.co.id, selasa (26/12).

Ketua KPU Tulangbawang (Tuba), yang juga menjabat ketua KNPI Tuba, Reka Punnata juga menyatakan siap mundur dari jabatan ketua KNPI Tuba.

"Saya mundur dari ketua KNPI. Pengunduran diri paling lambat 30 Desember 2017," kata Reka kepada setialampung.co.id, selasa (26/12).

Komisioner KPU Bandarlampung, Ferry Triatmojo mengatakan, dirinya beserta seluruh kader muhammadiyah/pemuda muhammadiyah, siap patuh dan mengikuti ketentuan UU tersebut.

"Kami "sami'na wa atho'na" terhadap KPU RI dan UU 7/2017. Saya sudah membuat surat pernyataan mundur dari jabatan ketua pemuda muhammadiyah Lampung. Persetujuan pengunduran diri saya harus melalui forum rapat pimpinan wilayah dengan mengundang 15 kabupaten/kota se-Lampung. Insya Allah dilaksanakan Januari nanti," ungkapnya.

Jadi, kata Ferrry, seluruh penyelenggara (KPU/panwas) se-Lampung yang aktif menjadi ketua kabupaten/kota ataupun pengurus di propinsi, semua sudah diberikan surat persetujuan pengunduran diri.

"Ada puluhan surat yang sudah saya tanda tangani. Arsipnya ada di sekretaris PWPM (Hamami). Proses dan kebijakan serupa juga sudah dilakukan seluruh level pimpinan di muhammadiyah/pemuda muhammadiyah/ nasyiatul aisyiyah se-Lampung," ujarnya.

Selain itu, kata Ferry, dirinya selaku ketua pemuda muhammadiyah Lampung pada 13 September 2017 telah menyetujui pengunduran diri Komisioner KPU Lampung Timur, Wasiat Jarwo Asmoro dari jabatan pengurus pemuda muhammadiyah Lampung,  Fakhrur Rozi, panwas Lampung Selatan (Lamsel) yang mengundurkan diri dari jabatan ketua pemuda muhammadiyah Lamsel, Candrawansah (ketua panwas Bandarlampung) yang mengundurkan diri dari jabatan pengurus pemuda muhammadiyah Lampung.

Komisioner KPU Tanggamus, Zulwani juga menyatakan, surat pengunduran diri dan surat pernyataan sudah dibuat. Tinggal disampaikan kepada organisasi tingkat atas yang mengeluarkan surat keputusan.

"Sesuai surat KPU RI, batas akhir kami menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri ke KPU RI yaitu pada akhir Januari 2018," ujarnya, kepada setialampung.co.id, selasa (26/12).

Komisioner KPU Lampung, M. Tio Aliansyah kepada setialampung.co.id, jumat (22/12), mengatakan, sudah ada surat edaran (SE) KPU RI nomor 666/SDM.12-SD/05/KPU/XI/2017, tentang penguduran diri dari kepengurusan organisasi masyarakat yang terbit 7 November 2017.

"Sudah ada SE dari KPU RI terkait itu. Pengunduran diri tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan. Bisa dikenai sanksi pemberhentian jika komisioner tidak mau mengundurkan diri dari ormas. Ini sudah diingatkan kepada komisioner KPU nya," tegasnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed