Soal susu Arinal Djunaidi, Wahrul Fauzi: Bawaslu jangan main aman dan normatif

Foto: istimewa.

setialampung - Badan advoksi hukum (Bahu), DPW Partai Nasdem Lampung menyayangkan sikap Bawaslu Lampung terkait diamankannya ribuan susu yang diduga milik bakal calon gubernur (bacagub) Lampung Arinal Djunaidi, diamankan oleh Polres Lampung Tengah.

"Ribuan susu yang diduga milik Arinal Djunaidi itu bukan turun dari langit. Kami menyayangkan sikap Bawaslu Lampung, kenapa harus diamankan di Polres Lamteng," kata Ketua Bahu DPW Nasdem Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi.

Menurut Wahrul, semestinya bawaslu Lampung langsung mengamankan susu di gudang bawaslu.

"Itu (susu) bukan barang bukti hasil kejahatan tindak pidana. Tapi barang bukti kejahatan moral demokrasi yang disinyalir bertujuan membeli suara masyakarat di pilgub Lampung 2018," tegasnya.

Wahrul juga menegaskan, Polres Lampung Tengah bukan tempat penitipan susu. Sehingga kapolres Lampung Tengah bisa meminta kepada bawaslu agar segera mengambil dan mengamankan susu serta alat peraga yang disinyalir milik Arinal Djunaidi itu.

"Kalau bawaslu nggak mau mengamankan susu dan alat peraga itu, saya pikir, kapolres Lampung Tengah bisa mendesak bawaslu untuk segera mengambil dan mengamankan susu serta alat peraga bergambar Arinal Djunaidi tersebut," tegasnya lagi.

Wahrul meminta kepada bawaslu agar tidak bermain di ranah normatif, yaitu aturan soal belum masuk tahapan dan belum penetapan.

"Harus ada diskresi dong kalau udah masif gini, tinggal tanya supirnya siapa? Ngambil barang susu dan bannernya dari mana ? siapa yang perintah? Nggak mungkin susu Arinal itu dikirim dari langit," ketusnya.

Dia juga meminta kepada komisioner Bawaslu untuk tidak menutup mata, bahwa sebelum penetapan ini justru sangat rentan dalam melakukan pelanggaran. Untuk itu, maka bawalsu dialegtikanya harus jalan dan harus tajam.

"Khan bisa, misalnya untuk cepat lapor Bawaslu pusat soal penambahan aturan yang mendesak ini. Karena ini jelas koq pelanggaran moral demokrasinya, jangan sampai masyarakat di bawah marah dan salah mengambil langkah," tegasnya lagi. (rls)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed