Langsung ke konten utama

Di Suoh, Gubernur Ridho dapat julukan pahlawan pembangunan

Foto: istimewa.

setialampung - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo mendapat mendapat julukan (panggilan) sebagai pahlawan pembangunan jalan Suoh. Julukan ini disampaikan sejumlah masyarakat saat dimintai komentarnya terkait kunjungan gubernur di Kecamatan Suoh, Lampung, Barat (Lambar), rabu (24/1/2018). Dimana puluhan ribu masyarakat telah menanti dan menyambut kedatangan Gubernur Ridho.

Widodo (35), warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Suoh dengan haru mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo.

“Terimakasih kepada pak Gubernur Ridho atas dukungannya dalam memajukan Lampung Barat, khususnya Suoh,” ujar Widodo.

Menurut Widodo, sejak 1983, ia dan keluarganya telah menetap di Suoh. Namun, baru di masa kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo, Kecamatan Suoh banyak perubahan ke arah yang semakin baik.

“Semoga di bawah kepemimpinan Gubernur Ridho, Lampung semakin membaik. Kususnya Kecamatan Suoh,” ujarnya.

Senada disampaikan Bahri (32), warga Desa Sukamarga, ia menuturkan, selama di bawah kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo, berbagai pembangunan di Suoh sangat terasa bagi rakyat.

“Alhamdulillah, selama kepemimpinan Gubernur Ridho, berbagai pembangunan seperti jalan terus semakin membaik, tidak seperti sebelumnya,” kata Bahri.

Ia berharap Ridho Ficardo dapat terus membangun Suoh agar terus makin maju.
“Terimakasih kepada Gubernur Ridho yang telah membangun Suoh,” katanya.

Jumiten (53), warga Desa Sumber Agung, menjelaskan selama ini telah banyak perubahan yang dapat dirasakannya selama kepemimpinan Ridho Ficardo.

“Terimakasih Gubernur Ridho atas dorongannya dalam memajukan Suoh. Alhamdulillah, saat ini, sudah banyak mobil maupun kendaraan lainnya yang masuk ke daerah Suoh, sehingga membuat Suoh semakin ramai,” terangnya.

Salah satu siswi SMA Bhakti Mulya, Kecamatan Suoh, Titi murwani (15) yang berdomisili di Desa Sumber Agung menyampaikan syukur atas kondisi jalan yang sudah bagus.

“Alhamdulillah, kondisi jalan sudah bagus. Dulu kalau mau ke sekolah jalannya jelek, dan kalau hujan kondisi jalanan becek, sehingga kalau mau berangkat sekolah ada siswa yangg jatuh dari kendaraannya,” ujar titi dengan bahagia.

Lia Khoiriatun Nisa (15) menyampaikan hal yang sama, dia mengucapkan terimakasih kepada gubernur Lampung yang telah memajukan Lampung Barat, khususnya Kecamatan Suoh.

“Dulu kalau mau ke sekolah, butuh waktu lama. Sekarang dengan kondisi jalan yang bagus, kami hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk sampai sekolah. Terimakasih pak Gubernur Ridho atas dorongannya dalam memajukan Lampung, terutama di Kecamatan Suoh,” ujar siswi SMA Bhakti Mulya ini. (*/ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …