Berkat Gubernur Ridho, jumlah desa tertinggal di Tanggamus dari 100 desa, tinggal 28 desa


Foto : Yopie Pangkey

setialampung - Tanggamus adalah kabupaten yang kaya akan potensi hasil perkebunan, terutama kopi. Bahkan pengekspor kopi terbesar di Lampung ya Tanggamus ini.

Demikian disampaikan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, saat membuka parade perhutanan sosial Tanggamus 2018 di Lampangan kantor bupati Tanggamus, kamis (8/2/2018).

Pada parade tersebut dihadapan ribuan petani yang tergabung dalam 42 Gapoktan, Gubernur Ridho mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Tanggamus, berkat kerja kerasnya, 2 tahun berturut-turut kabupaten tanggamus mendapat predikat terbaik Hutan Kemasyarakatan (Hkn) tingkat nasional.

Tidak hanya itu, lanjut Gubenur Ridho, Tanggamus adalah kabupaten pengkespor kopi terbesar, dengan menghasilkan 34 ribu ton kopi. untuk itu pemerintah provinsi Lampung terus mendorong kopi robusta Lampung agar lebih dikenal secara luas.

"Kami terus mendorong kopi robusta Lampung untuk dapat dikenal lebih luas. Salah satunya dengan mengelar event - event seperti Lampung coffee festival, dan international coffee days," papar Ridho.

Bupati Tanggamus, Samsul Hadi mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Gubernur Lampung Muhamamad Ridho Ficardo bersama jajaran pemerintah provinsi Lampung atas semua pembangunan yang telah dilakukan di Kabupaten Tanggamus.

"Selamat datang pak gubernur di Bumi Bagawi Jejama. Kami juga mengucapkan terimakasih sebanyak - banyaknya atas semua pembangunan yang telah dilakukan oleh pak gubernur, baik itu pembangunan jembatan, perbaikan jalan, sampai pengentasan desa tertinggal," ungkapnya.

Berkat pembangunan yang di lakukan Gubernur Ridho, lanjut Samsul Hadi, dengan adanya jembatan dan perbaikan jalan, masyarakat kini tidak lagi kesulitan menjual hasil perkebunannya, terutama kopi, pala, cengkeh, dan lain sebagainya.

Masih menurut Samsul Hadi, program - program Gerbang Desa Saburai yang diinisiasi Gubernur Ridho, telah banyak mengangkat desa tertinggal di Tanggamus menjadi desa mandiri.

"Alhamdulillah, atas bantuan pak gubernur, desa tertinggal di Tanggamus yang tadinya ada 100 desa, kini tinggal 28 desa saja. Tidak hanya itu, terimakasih juga atas bantuan bibit, alat kesehatan, bantuan operasional penyelenggara pemerintah pekon," ucapnya

Abdul Khodir (40), dari Kota Agung sangat berterimakasih kepada pemerintah provinsi Lampung, khususnya Gubernur Ridho atas pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Tanggamus.

"Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Pak Ridho, infrastruktur jalan sudah banyak yang dibenerin. Dulu ke kelumbayan lewat pesisir bisa 6 jam, sekarang 2 jam sampai. Ke Ulu belu juga sama, sekarang bisa jadi lebih cepat. terimakasih Pak Ridho" pungkasnya.

Hasidin (35), petani kopi dari daerah Rintis yang juga anggota KPH Talang Gudang mengatakan, dimasa pemerintahan Ridho Ficardo, merasa lebih diperhatikan sebagai petani.

"Saya berterimakasih kepada Pak Ridho, saat ini akses jalan Gayau dan Napal di wilayah Rintis sudah baik. Saya lebih mudah membawa hasil kopi untuk dijual. Biasanya saya menjual kopi ke Talangpadang dan Bulok dengan akses jalan yang sangat becek dan berlubang, sangat sulit untuk membawa hasil perkebunan, kata Hasidin,". (*/ben)

Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog