Langsung ke konten utama

Gubernur Ridho minta pejabat eselon II, III, IV tanamkan loyalitas


setialampung - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo meminta para pejabat eselon II, III dan IV melakukan konsolidasi, menanamkan loyalitas, meningkatkan kinerja dan memperhatikan speed (kecepatan) dalam berjuang melayani rakyat. Permintaan ini disampaikan gubernur dalam acara silaturahmi gubernur Lampung bersama pejabat eselon II,  III dan IV sekaligus penandatanganan perjanjian kinerja antara pejabat pimpinan tinggi pemerintahan dengan gubernur Lampung, yang dilaksanakan di Mahan Agung, Bandarlampung, senin (5/2/2018).

"Saya tidak akan berbicara bagaimana mencapai target yang akan dicapai melalui perjanjian kinerja. Karena hal tersebut merupakan hal yang wajib dan serupa dengan yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Kalau hanya mampu mencapai target yang sama berarti kita sama dengan wilayah lainnya. Namun yang saya inginkan adalah kita mampu melebihi target-target yang ditentukan," kata gubernur.

Gubernur Ridho menjelaskan, perjanjian kinerja merupakan hal yang pokok dan wajib sebagai bentuk perjanjian formal dari organisasi perangkat daerah (OPD) selama setahun. Dan perjanjian formal ini berlaku di seluruh pemerintahan di Indonesia.

"Alhamdulillah, yang saya lihat selama ini, target capaian tersebut telah mampu dikemukakan sebagai prestasi daerah, dan bentuk perjanjian publik kepada masyarakat telah sangat baik dan cukup menggembirakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Ridho menyampaikan, banyak hal yang telah dilakukan dalam kerangka pembangunan dan hampir semua sektor tidak mengalami penurunan.

"Saya berterimakasih atas kinerja baik yang diawaki pejabat eselon untuk Pemprov Lampung. Dan kalian semua adalah tulang punggung dalam memimpin unit terkecil dalam membawa nama baik Lampung di tingkat nasional," ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, masih banyak ruang inovasi yang dapat dilakukan ke depan. Juga masih banyak wilayah yang belum terjangkau, serta karya bakti jajaran pemprov yang telah ditunggu dan dinanti masyarakat Lampung.

"Kita semua di sini adalah orang - orang terpilih dari sekian warga masyarakat di Lampung. Dan ini adalah hasil perjuangan putra - putri terbaik Lampung," ujar Gubernur Ridho.

Dalam mencapai target-target prioritas, Gubernur Ridho menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan "apa yang menjadi prioritas, disitulah uang yang harus ditaruh." Dan yang dilakukan provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Ridho telah menerapkan prinsip tersebut sebelum ada perintah dari Presiden Jokowi.

"Saat awal saya menjabat, keluhan utama masyarakat pertama yakni terkait infrastruktur jalan. Itulah mengapa saya menaruh 50% kemampuan belanja langsung provinsi Lampung untuk mengatasi keluhan masyarakat kita. Dan alhamdulillah, keluhan tersebut turun menjadi peringkat 10 terkait masalah yang dikeluhkan masyarakat," jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, pemprov Lampung memiliki kebijakan strategis daerah yakni di sektor ketahanan pangan, sektor industrialisasi dan sektor pariwisata.

"Di sektor ketahanan pangan, Lampung telah memiliki 98% irigasi dalam keadaan bagus. Pemprov Lampung memperoleh hasil surplus beras nomor 4 nasional. Untuk sektor industrialisasi, dengan memanfaatkan terbukanya konektivitas seperti jalan tol, kita harus meningkatkan industrialisasi di sekitar jalan tol, karena masih banyak hasil produksi masyarakat yang keluar Lampung dalam keadaan mentah," jelas Gubernur Ridho.

Disektor pariwisata, lanjut gubernur, pemprov Lampung juga fokus dalam pengembangan pariwisata.

"Alhamdulillah Lampung memperoleh 5 besar destinasi wisata ibu kota dan persentase pertumbuhan pariwisata Lampung meningkat dua kali lipat dari pertumbuhan pariwisata secara nasional. Belum lagi ditambah dengan akan jadinya bandara internasional Raden Inten II dan perpanjangan Bandara Pekon Serai. Jika semua itu terwujud maka pertumbuhan pariwisata akan lebih meningkat lagi," tambahnya.

Untuk itu, gubernur berharap konsolidasi dan loyalitas organisasi tetap terjaga.

"Konsolidasi, loyalitas, kinerja dan speed organisasi harus terjaga, jangan sampai turun. Pastikan semua program terus berjalan serta mengupayakan program tersebut sampai ke masyarakat. Lebih dari itu, jalani pekerjaan sesuai dengan perjanjian kinerja dalam rangka mengadapi situasi dinamika pada hari ini. Dan yang paling penting program pembangunan dan kebijakan strategis dapat di amankan dan dijaga dengan sebaik mungkin," harapnya. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…