6 Februari 2018

Wagub Bachtiar Basri gunakan pakaian adat Ngaghak Adat Lappung Pesisir


setialampung - Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri di arak dengan pakaian adat "Ngaghak Adat Lappung Pesisir" oleh masyarakat Gedung Dalom. Ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan yang diberikan masyarakat terhadap kunjungan orang nomor dua di Lampung ini. Kehadiran Bachtiar untuk meresmikan pembangunan gedung gedung serba guna (GSG) serta posyandu program gerbang desa saburai (GDS) tahun anggaran 2017, di Desa Gedung Dalom, Way Lima, Pesawaran.

Gerbang desa saburai merupakan program unggulan pemerintah provinsi (pemprov) Lampung yang sudah dirasakan manfaatnya. Prioritas program ini membangun desa tertinggal agar dapat maju dan berkembang. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang tertuang dalam nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah - daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada acara itu, Bachtiar Basri mengatakan, dari sekian banyak persoalan yang dihadapi oleh desa, pemprov Lampung secara sadar dan memahami bahwa dibutuhkan sebuah terobosan untuk membantu pembangunan desa. Melalui program Gerbang Desa Saburai yang telah digulirkan selama tiga tahun berturut - turut menjadi instrumen yang penting dalam memberikan gairah desa dalam membangun teritorinya. Sehingga secara gradual nantinya kebutuhan dasar masyarakat di segala bidang dapat terpenuhi.

Adapun alokasi dana untuk Gerbang Desa Saburai Pesawaran tahun 2017 senilai Rp4,8 miliar untuk 20 desa dan tahun 2018 senilai Rp2,24 miliar untuk 21 desa. Alokasi dana GDS tahun 2017 tersebut diberikan kepada 20 desa yang dibangunkan sarana/prasarana yang dibutuhkan masyarakat sesuai prioritas pada IKD, yaitu sarana jalan 8.410 M, TPT 855 M, jembatan 2 unit, gorong - gorong 7 unit, drainase 1.074 meter, ruang terbuka publik pendukung pariwisata, sumur bor 8 unit, los pasar 1 unit, posyandu 1 unit, irigasi 215 meter serta prasarana air bersih bak penampung 10 unit dan pipa 1.850 meter.

Harapan ke depan, pembangunan ini ada beberapa tertib yang dilakukan dengan tertib administrasi desa, tertib administrasi pertanahan, tertib kesehatan.

"Dan itu akan kita programkan ke depan supaya lebih baik lagi. Kemudian masalah budaya mudah - mudahan ke depan lebih mendapat perhatian. Saya bangga Pesawaran di bawah bupati dan wakil bupati menjadi lebih maju," ujar Bachtiar.

Sementara itu, Pemerintah Pesawaran yang diwakili Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan berharap program GDS bersifat sustainable atau berkelanjutan. Pembangunan yang berkesinambungan menjadi salah satu faktor yang penting, karena pembangunan tidak hanya dilakukan dalam satu periode, dibutuhkan suatu kesinambungan sehingga terjadi pemerataan yang terukur dalam mendorong tercapainya kesejahteraan dalam masyarakat desa baik itu dimasa kini ataupun masa mendatang.

"Kami yakin komitmen Lampung terhadap program ini akan tetap berlanjut dan menjadi instrumen penting dalam pembangunan desa di Lampung secara umum, khususnya di Pesawaran," ujar Eriawan.

Masyarakat Pesawaran, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung atas perhatiannya yang sangat besar kepada masyarakat Pesawaran melalui program GDS. Tanpa dukungan dari pemprov, maka sejatinya pembangunan daerah akan sedikit tertatih. Program Gerbang Desa Saburai" adalah salah satu suplemen yang signifikan bagi pembangunan daerah Pesawaran khususnya di entitas desa. (*)

Label: , , ,