Samsul senang, Ridho berkunjung ke rumahnya

Foto: istimewa

setialampung - Samsul, warga Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, merasa gembira karena gubernur Lampung non aktif, Muhammad Ridho Ficardo berkunjung ke rumahnya. Bukan hanya Samsul dan warga Desa Branti Raya yang merasa senang, beberapa warga desa sekitar juga ikut berdatangan untuk bertemu dengan calon gubernur Lampung nomor urut 1 ini.

"Dulu mungkin kami bingung jika ditanya apa yang bisa dibanggakan di tempat kami. Bandara Radin Inten II dulu kondisinya seperti terminal dari pada sebuah bandara. Kalau sekarang, siapa yang tidak bangga dengan Bandara Radin inten II, jangankan kami, masyarakat se-Lampung pasti bangga," ujar Samsul, kamis (29/3/2018).

Saimun (68), warga Dusun Puluh Raya, Desa Haduyang menuturkan, ia sangat merasakan pembangunan yang dilakukan Muhammad Ridho Ficardo selama 3 tahun belakangan ini.

"Saya sudah tinggal di desa ini dari 1983, mengalami berbagai pergantian pemimpin di Lampung. Tapi hanya di masa Pak Ridho yang pembangunannya betul - betul terasa dan terlihat. Selain pembangunan bandara di daerah kami ini, saya juga banyak mendengar dari saudara - saudara saya yang tinggal di daerah. Katanya jalan - jalan sudah banyak yang dibenerin, terimakasih Pak Ridho," ucap Saimun.

Muhammad Ridho Fcardo menjelaskan, kedatangannya ini sebagai bentuk silaturahmi dengan warga Kecamatan Natar. Ridho juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi - tingginya kepada masyarakat Natar yang telah mendukung pembangunan di Lampung.

"Saya berterimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Natar atas dukungan pembangunan di Lampung. Alhamdulillah atas dukungannya, pembangunan Bandara Radin Inten II berjalan Lancar. Ke depan, saya mohon bantuannya kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Natar ini, mari sama - sama menjaga pembangunan yang telah berjalan. Baik itu bandara, jalan tol dan lain sebagainya," kata Ridho.

Seperti diketahui, Gubernur Lampung dan Pemprov telah mengucurkan dana sekitar Rp 408,15 M untuk pembangunan dan revitalisasi Bandara Raden Inten II. Ridho Ficardo menargetkan Bandara Radin Inten II akan menjadi Bandara Internasional dan Embarkasi haji Penuh dalam waktu dekat ini.

Dukungan Pemprov Lampung tersebut, menurut Kepala Bandara Radin Inten II, Asep Kosasih Samapta, menjadikan Bandara Radin Inten II kini naik status menjadi bandara kelas I dan terus dikejar untuk dijadikan bandara internasional. Prestasi menggembirakan juga diraih dengan menyabet status sebagai bandara percontohan nasional 2017. (*)
Share:

Protokol DI Yogyakarta belajar ke biro humas dan protokol Lampung

Foto : istimewa.


setialampung - Biro Umum dan Protokol Setda DI Yogyakarta mempelajari masalah keprotokolan, penanganan dan pengamanan dengan biro hukum dan biro humas protokol Lampung. Studi orientasi guna peningkatan pelayanan bidang keprotokolan tersebut dilaksanakan, rabu (28/3/2018) di ruang Abung, Balai Keratun, kantor gubernur Lampung.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Bayana mengatakan, implementasi UU no 9 tahun 2010 di pemerintah provinsi (pemprov) dan kabupaten/kota di Lampung.

“Inti dari pekerjaan protokol itu adalah bagaimana penghormatan dan perlakuan kita terhadap seseorang. Terutama terhadap pimpinan dan terhadap masyarakat, di mana ini berkaitan dengan tatanan urutan yang ada dalam struktur jabatan atau hirarki masyarakat,” kata Bayana.

Bayanan menegaskan, protokol dituntut untuk tidak kaku menerapkan UU keprotokolan dan berusaha menghindari gesekan miss komunikasi yang biasa terjadi antar protokol dalam.

“Ketika pimpinan hadir dalam suatu forum, maka pimpinannya harus mendapat tempat yang terbaik bagi protokol masing - masing forkopimda atau organisasi. Oleh karena itu komunikasi harus kita bangun, sehingga semua pihak yang ada dalam suatu agenda tertentu itu merasa nyaman. Dengan berjalanannya hubungan dan komunikasi yang baik setiap event atau kegiatan semua tugas keprotokolan bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” jelasnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Bayana, bidang keprotokolan sangat berkaitan erat dengan kepribadian pimpinan, karena tidak semua pimpinan ingin diperlakukan utuh sebagaimana tata keprotokolan. Ada diantaranya tidak mau menggunakan aturan yang terlalu ketat. Ada juga pimpinan yang menerapkan aturan harus sesuai dengan standard keprotokolan. Itu adalah tugas dari protokol untuk dapat menyesuaikan dengan arahan pimpinan.

“Keprotokolan sebagai wahana untuk meningkatkan sumber daya aparatur pemerintahan khususnya di bidang keprotokoleran, sehingga mampu memahami peran, tugas, dan fungsi protokol sesuai dengan undang-undang nomor 9 tahun 2010 tentang keprotokolan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum, Irson Fadricar menyampaikan, pemerintah provinsi Lampung memiliki biro umum dan biro humas protokol yang terpisah berbeda dengan DI Yogyakata. Biro umum memiliki 156 PNS dan 242 PTHL yang tersebar di beberapa satuan kerja.

“Biro Umum sifatnya memberi pelayanan kepada pimpinan, SKPD dan kepada tamu serta mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan rumah tangga pimpinan dan menangani,” ujarnya.

Kabag protokol, biro umum dan protokol setda DI Yogyakarta, R.M Tejo Purnomo mengatakan, kunjungan kerja DIY ke Lampung adalah untuk saling bertukar pengalaman dan ilmu mengenai keprotokolan dengan biro umum dan biro humas protokol Lampung.

“Tujuan Kunjungan kerja ini adalah untuk mempelajari Pelayanan Bidang Keprotokolan, Penanganan, dan Pengamanan guna mempererat hubungan kerja, saling bertukar pengalaman da Ilmu Pelayanan Keprotokolan, SDM Protokol dan segala hal yang berhubungan dengan pimpinan daerah,” ujar Tejo.

Tejo juga menjelaskan kunjungan kerja ini diikuti oleh dua kabupaten yaitu Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul, serta kota Yogyakarta. Harapannya, ke depan mampu meningkatkan kinerja aparatur protokol dan meningkatkan sistem pelayanan keprotokolan dalam rangka menjalankan tugas kedinasan. (*)
Share:

Berhasil kendalikan angka kelahiran, BKKBN pusat apresiasi Lampung

Foto: ist.


setialampung – Sesuai data survey demografi kependudukan Indonesia (SDKI) 2017, Lampung berhasil mengendalikan angka kelahiran (Total Fertility Rate). Dimana dari 2,7 per wanita di 2012, menjadi 2,35 per wanita di 2017. Keberhasilan Lampung mengendalikan angka kelahiran ini pun mendapat apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Apresiasi disampaikan Direktur Bina Kesertaan Keluarga Berencana Jalur Swasta BKKBN, Widwiono di dalam rapat koordinasi daerah program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga Lampung 2018, di Bandarlampung, rabu (28/3/2018).

“Ini gambaran keberhasilan sinergi program yang dibangun pemerintah provinsi (pemprov) Lampung dan perwakilan BKKBN Lampung,” kata Widwiono.

Asisten bidang pemerintahan dan kesra Lampung, Hery Sulianto mewakili Pjs. Gubernur Lampung, Didik Suprayitno dalam sambutanya menyampaikan, kerjasama dan keterpaduan program pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan.

“Karena sesungguhnya program pemerintah provinsi Lampung akan berjalan maksimal dengan membangun sinergi program dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat termasuk BKKBN” jelas Hery.

Hery melanjutkan, pemprov mengharapkan kerjasama dan sinergi lintas sektor untuk mengatasi isue stunting (gizi buruk). Penggarapan stunting yang bekerja sama dengan pemerintah pusat akan dilaksanakan di wilayah Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Implementasi agenda pembangunan nasional (Nawa Cita) yang ke tiga dengan melaksanakan pembangunan dari pinggiran di laksanakan melalui program gerakan membangun desa saburai (Gerbang Desa Saburai) yang bersinergi dengan kampung KB.

"Hendaknya terus dilakukan intervensi dari semua sektor dan dilakukan evaluasi serta laporan secara periodik. Sehingga arah tujuan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dapat tercapai,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Lampung, Uliantina Meiti dalam Laporannya tentang pelaksanaan program KKBPK di Lampung secara umum telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ini ditandai dengan angka kelahiran total (TFR) menurun dari 2,7 menjadi 2,35 menurut SDKI 2017. Kesertaan ber-KB, khususnya MKJP meningkat dari 35,2 % menjadi 36,32%, Peserta KB yang tidak terlayani (Unmet need) menurun dari 15,2% menjadi 12,6%. Selain itu, usia kawin pertama bagi perempuan meningkat dari 19,7 tahun menjadi 20 tahun.

Rakorda ini juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program KKBPK antara BKKBN Lampung dan pemprov Lampung melalui dinas perkebunan dan peternakan dalam hal pemberdayaan ekonomi keluarga bidang perkebunan dan peternakan.

Dalam PKS yang disepakatai, Perwakilan BKKBN Lampung akan menyiapkan kelompok bina ekonomi keluarga dengan membentuk kelompok – kelompok UPPKS, memfasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi keluarga (PEK) dan memberikan pembekalan, sosialissai, orientasi materi pemberdayaan ekonomi keluarga. Sedangkan Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan PEK di bidang pengelolaan, pemanfaatan lahan perkebunan dan budidaya hewan ternak, melakukan penyuluhan, pengelolaan, pemanfaatan lahan perkebunan dan budidaya ternak, memprioritaskan program pengelolaan pemanfaatan lahan perkebunan dan budidaya ternak di wilayah kampung keluarga berencana (KB). Diharapkan kesepakatan ini akan meningkatkan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga di bidang pengelolaan, pemanfaatan lahan perkebunan dan budidaya ternak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Share:

REI Expo 2018 diharapkan bisa memberikan referensi hunian yang berkualitas

Foto: ist.


setialampung – Real Estate Indonesia (REI) Expo 2018 diharapkan bisa memberi referensi hunian yang berkualitas. Terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Serta bisa menggairahkan kembali bisnis real estate di Lampung.

Harapan ini disampaikan Plt asisten bidang pembangunan pemerintah provinsi (pemprov) Lampung, Taufik Hidayat, mewakili Pjs Gubernur Lampung, Didik Suprayitno, saat membuka REI Expo 2018 di Atrium Mal Boemi Kedaton (MBK), rabu (28/3/2018).


Menurut Taufik, pembangunan perumahan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi Lampung. 

"Tahun 2020 - 2025 akan mengalami bonus demografi yang punya banyak kebutuhan perumahan dan pekerjaan. Kita mendukung Bandarlampung menjadi kota metropolitan, karena penduduknya lebih dari 1,1 - 1,2 juta dan ini tantangan REI menyiapkan perumahan," ungkapnya.

Taufik mengatakan, pemprov Lampung melalui dinas perumahan kawasan permukiman dan pengelolaan sumber daya air Lampung, terus melaksanakan pembinaan dan pembangunan perumahan rakyat yang handal, bergotong royong dan berkelanjutan dalam upaya mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni.

“Kami berharap, dengan acara ini masyarakat Lampung semakin terbantu untuk memperoleh referensi akan hunian yang berkualitas. Khususnya bagi kalangan menengah ke bawah serta dapat menggairahkan kembali bisnis Real Estate di Lampung,” ujar Taufik.

REI Expo 2018 ini sendiri sangat diminati masyarakat. Mereka mengunjungi acara ini untuk mendapatkan informasi tentang perumahan. Pemprov terus memberikan dukungan stimulan bantuan terhadap program perumahan swadaya (BSPS) dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dengan mengusulkan alokasi bedah rumah sebanyak 3.000 unit tahun 2017 yang disebar di delapan kabupaten di Lampung. Ke depan, di 2018, Program ini akan terus dikembangkan hingga 14 kota di Lampung.

Ketua DPD REI Lampung, Djoko Handoko Halim Santoso menyampaikan, REI EXPO 2018 bertajuk "Perumahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat", yang menyediakan properti, building material, interior  dan eksterior serta lembaga penyedia KPR. 

“REI EXPO ini merupakan salah satu program kerja dan menjadi agenda rutin dari DPD REI Lampung yang di adakan sebanyak 2 kali dalam setiap tahunnya dengan tujuan di samping sebagai ajang silahturahmi dengan anggota serta para Stake Holder, juga mempromosikan produk-produk property yang akan di bangun oleh pengembang serta memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat di Provinsi Lampung. Adapun target transaksi penjualan pada acara REI EXPO kali ini adalah sebesar Rp20 Miliar. Melalui kerjasama dengan media massa merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan mempermudah masyarakat untuk mengetahui perumahan yang dibangun oleh pengembang di dalam anggota REI,” ujarnya.

REI secara nasional menargetkan pembangunan sebanyak 25.000 unit rumah subsidi dan di Lampung target 8000 unit ini perlu dukungan stakeholder baik pemerintah, pertanahan, perbankan, dan media. 

"Kami siap mendukung program pemerintah dan nawacita Presiden Joko Widodo. Juga menjadi mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan pembangunan rumah. Setelah dianalisa, bangsa yang kuat didasar keluarga yang sehat, cerdas, untuk mewujudkan itu harus ada rumah yang baik, kami siap mewujudkan Indonesia yang kuat dengan pembangunan rumah yang lebih baik, untuk itu REI tidak bisa bekerja sendiri tanpa kerjasama dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung," jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Real Estate Indonesia (REI) Expo bersama Lampung Post, Radar lampung, dan Tribun Lampung, sebagai simbol kerjasama organisasi perumahan dan media massa yang ada di Lampung. REI juga meneken MoU dengan tiga perbankan yakni BRI, BTN, dan Mandiri yang di saksikan oleh Plt Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Taufik Hidayat dan Plt Walikota Bandar Lampung M Yusuf Kohar, serta beberapa kepala cabang bank yang ada di Lampung.  (Humas Prov)
REI Expo 2018 merupakan pameran perumahan terbesar di Bandar Lampung, dengan diikuti 37 peserta yang terdiri dari empat pihak perbankan (BRI,BTN,BNI dan Mandiri), 31 Perum Perumnas, dan 2 peserta produk material pendukung. REI Expo diselenggarakan selama 10 hari dari 28 Maret sampai 8 April 2018. (*)


Share:

Niati: hanya di jaman Pak Ridho, kami merasakan pembangunan

Foto - foto: istimewa.

setialampung - Meski usianya sudah sepuh, Parwoto (68), sangat bersemangat saat bergotong royong memperbaiki jalan di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar. Dengan menggunakan helm plastik warna putih, Parwoto tampak tak kenal lelah berjibaku mengangkut batu bersama warga lainnya. Tidak kalah dengan penduduk desa yang usianya jauh lebih muda dari beliau.

"Tahun lalu jalan ini sudah diperbaiki, ya memang belum semuanya, tapi kemarin dapat kabar bahwa perbaikan akan dilanjutkan. Jadi yang kami lakukan ini hanya sebagai ungkapan terimakasih. Sekecil apapun, saya bersama warga ingin berpartisipasi dalam pembangunan jalan di desa sukadamai," katanya, rabu (28/3/2018).

Menurut Kemat (75), warga desa sukadamai dusun 7, jalan sepanjang 20,468 km yang menghubungkan Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah dan Meto tersebut sudah puluhan tahun tidak diperbaiki, kondisinya rusak parah dan banyak terjadi kecelakaan.

"Sejak saya tinggal disini dari 1960, jalan ini nggak pernah diperbaiki. Mau kemana - mana susah, kayak udah nggak ada harapan gitu lho mas. Tapi kok sekarang malah ramai, ada mini market, ada bank, dan banyak mobil yang lewat jalan sini," terangnya.

Niati (32), warga Desa Sukadamai lainnya mengaku baru pertama kali melihat Ridho Ficardo.

"ternyata orangnya ramah dan baik. Kedatangan Pak Ridho di desa kami semoga menjadi pertanda baik bahwa pembangunan jalan di desa kami ini akan terus berlanjut. Terus terang hanya di zamannya Pak Ridho kami dapat merasakan pembangunan," ungkapnya.

Kedatangan Gubernur Lampung (non-aktif) Muhammad Ridho Ficardo yang turun langsung terlibat dalam kegiatan gotong - oyong tersebut ternyata menjadi alasan lainnya kenapa Parwoto dan warga sekitar tampak sangat bersemangat hari itu.

Kedatangan Ridho Ficardo adalah untuk bersilaturahmi, berdialog dan mendengarkan masukan, serta permohonan dengan warga Desa Sukadamai.

"Pertama kali menjabat gubernur, prioritas utama program kerja saya adalah perbaikan jalan. Alhamdulillah, secara bertahap jalan - jalan sudah banyak yang diperbaiki. Termasuk ruas jalan Sukadamai - simpang Korpri yang beberapa bagian telah diperbaiki tahun lalu. Insya Allah tahun ini mulus semua, karena memang sudah dianggarkan," papar Ridho.

Seperti diketahui, konektivitas wilayah dan pembukaan daerah terisolir menjadi salah satu isu strategis pembangunan daerah yang selama ini dilakukan Muhammad Ridho Ficardo.

Selama kurun empat tahun terakhir ini, geliat hasil pembangunan jalan dan jembatan sudah menunjukkan kenaikan yang berarti. Sampai akhir 2017 lalu, target kemantapan jalan yang diproyeksikan mencapai 75% berhasil dilampaui capaiannya menjadi kondisi mantap 77,04%.

Adapun pada 2018, ada 6 ruas jalan yang pembangunannya akan mendapatkan prioritas utama yakni ruas jalan Pringsewu – Pardasuka dengan panjang 18.797 km, Ruas jalan Padang Cermin – Kedondong dengan panjang penanganan 29.671 km, Ruas jalan Bangunrejo – Wates dengan panjang 22.212 km, Ruas jalan Sp Korpri – Sukadamai dengan panjang 20.468 km, dan Ruas jalan Sp pematang – Brabasan dengan panjang 11.602 km dan Brabasan – Wiralaga dengan panjang 29.443 km. (*)
Share:

Melayani masyarakat, Bid Propam Polda Lampung akan lounching layanan website

Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna saat menunjukkan layanan website propampoldalampung.com yang akan di lounching


setialampung -  Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Lampung dalam waktu dekat akan melounching terobosan atau inovasi baru untuk melayani masyarakat. Bid Propam Polda Lampung memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaporkan langsung melalui website propampoldalampung.com. Masyarakat bisa melaporkan langsung melalui telepon selulernya masing – masing melalui website yang dapat diunduh di Play Store.

Di dalam website propampoldalampung.com tersebut, diantaranya terdapat menu layanan pengaduan masyarakat, Profil Bid Propam Polda Lampung, informasi kegiatan Polda Lampung dan Bid Propam Polda Lampung. Di dalam menu layanan pengaduan masyarakat tersebut, terlebih dahulu masyarakat mengisi biodata pribadi atau identitas jelas pelapor.  

Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna membenarkan rencana layanan website yang akan dilounchingnya tersebut.

“Ya benar, dalam waktu dekat kami akan melounching layanan website propampoldalampung.com. Kami akan merahasiakan identitas masyarakat yang melapor. Semua laporan akan dipelajari dan ditindaklanjuti. Kami akan menindak tegas anggota Polri yang melanggar aturan,” ungkapnya. (ben)      

Share:

Meski diguyur hujan, warga antusias sambut Muhammad Ridho Ficardo

Foto - foto : istimewa. 

setialampung – Gubernur Lampung non aktif, Muhammad Ridho Ficardo mengunjungi Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, senin (26/3/2018). Ridho yang menggunakan kaos putih ini langsung menuju ke rumah Ponijah untuk silaturahmi dengan warga setempat. Meski diguyur hujan, kedatangan Ridho mendapat sambutan hangat masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut Ridho mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di Lampung terus berlanjut secara bertahap. Pada 2016, ruas jalan Gedong Tataan - Kedondong tepatnya di Desa Way Lima, Pesawaran, telah dilakukan pengerjaan perbaikan jalan. Kemudian pada 2017 telah dilakukan pengerjaan pelebaran jalan pada ruas tersebut untuk memperlancar arus lalulintas yang kian padat.


"Ruas jalan Gedongtataan - Kedondong di Pasawaran hanya satu dari sekian banyak jalan yang telah dibangun. Lainnya tersebar di hampir semua kabupaten dan menghubungkan kota - kota penting di seluruh Lampung," ungkap Ridho.

Atas semua prestasi tersebut, Suratmin, warga desa Tresnodadi, Kecamatan Tegineneng mengatakan, dirinya memang bukan warga cipadang, tapi sengaja datang karena kagum dengan sosok Muhammad Ridho Ficardo.

"Saya memang bukan warga cipadang pak, mohon maaf jika saya datang tidak diundang. Saya warga Desa Tresnodadi, Tegineneng, sengaja jauh - jauh datang ke sini karena saya kagum dengan Pak Ridho. Saya merasakan betul, cuma dimasa kepemimpinan Pak Ridho banyak jalan terbukti sudah diperbaiki, dan program-program pembangunan berjalan dengan lancar," tegasnya dengan haru.

Sementara, Devis Kurniawan (25), Warga Cipadang mengatakan sangat bersyukur dengan semua kemajuan pembangunan diera kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo.


"Alhamdulillah bersuyukur sekali Pak Ridho bisa datang ke desa kami. Saya sangat bangga dengan sosok Pak Ridho yang begitu ramah kepada masyarakat yang hadir pada hari ini. Saya juga sangat senang karena ruas jalan Kedondong sudah bagus dan mulus setelah 20 tahun lebih mungkin jalan ini tidak ada perbaikan. Selain itu jalan - jalan di area pertanian (jalan usaha tani) sekarang sudah bagus, sehingga para petani kalau mau mengangkut hasil panen pun lancar dan mudah," ungkapnya. (*)

Share:

Kembalikan ikon buah naga, Ridho segera kirim tim



setialampung - Calon Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo akan segera mengembalikan kejayaan Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, sebagai ikon buah naga di Lampung Selatan. Ini disampaikan calon gubernur nomor urut 1 ini saat mengunjungi desa setempat, guna menyerap aspirasi dan mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh warga desa untuk meningkatkan roda perekonomian. 

Supriadi, salah satu petani buah naga, memohon agar M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri bisa mencarikan solusi bagaimana agar perkebunan buah naga dapat kembali seperti semula. 

"Terimakasih atas kedatangan Pak Ridho kemari (Desa Margajasa), kami para petani buah hanya berharap agar desa kami bisa kembali maju dengan buah naga-nya dengan sistem pengairan yang baik. Selain itu kami juga berharap Pak Ridho terus melanjutkan program yang bersentuhan dengan masyarakat terlebih lagi di desa," ungkap Supriadi. 

Menanggapi dialog dengan warga tersebut, Ridho mengaku, akan mengirimkan tim untuk melihat permasalahan yang ada. Pasalnya, di 2010, buah naga di Desa Margajasa pernah mendapatkan standar nasional Indonesia dan ditetapkan sebagai ikon desa buah naga di Lampung Selatan.

"Segera akan kita kirimkan tim, karena hal seperti inilah yang menjadi salah satu pendongkrak roda perekonomian masyarakat desa," ujar Ridho. 

Selain itu, dalam upaya pemenuhan akan air, di era kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, sudah ada pemanfaatan teknologi tepat guna pompa air tanpa mesin (PTAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Dikatakannya, Lampung perlu melakukan terobosan teknologi baru untuk pengembangan sistem irigasi. Hal ini dikarenakan pembangunan perekomonian di Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian.

"Menerapkan PATM sebagai salah satu upaya untuk mengairi wilayah pertanian, apa pun jenisnya, petani buah, padi, tanaman, dan lain sebagainya, guna memeroleh hasil yang maksimal serta meningkatkan perekonomian," jelas Ridho. (*)

Share:

Ridho Ficardo: tulis surat langsung ke saya, tulis tangan saja nggak apa - apa


setialampung - Dibalik kesuksesan panen padi bersama warga Desa Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu. Kabupaten berjuluk 1.000 bambu itu ternyata menyimpan salah satu varietas padi unggulan yang tidak ada di kabupaten/kota lain.

Hal itu terungkap, saat dialog calon Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo bersama masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan (gabungan kelompok tani) Sidorukun dari Desa Wonodadi Utara, Kecamatan Gadingrejo.

Diketahui, varietas unggulan tersebut itu diberi nama "varietas 400". Julukan ini lantaran dalam setiap tangkai padi, terdapat 400 bulir, sehingga menghasilkan 10 ton padi per hektarnya.

Perihal varietas unggulan itu, Marimin (70), warga Kampung Wonokarto, Wonodadi Utara, Gading Rejo, mengaku, varietas 400 tidak akan ada tanpa ditunjang atas upaya yang sudah dilakukan pemerintah di era kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, yang telah membangun saluran irigasi.

Sehingga, dampak irigasi saat ini, bisa dilakukan 3 kali tanam dalam kurun waktu satu tahun.

"Namun, siklusnya masih dua kali tanam padi dan satu kali sayuran. Hal tersebut dilakukan karena pengairannya ternyata masih kurang. Jika ini terus dipertahankan hingga diperhatikan, tak menutup kemungkinan varietas ini bisa tiga kali tanam," ungkap Marimin, saat berdialog bersama Muhammad Ridho Ficardo dan warga, di rumah Ketua Gapoktan Sidorukun, Iwan Januar, aenin (26/3/2018).

Harapan masyarakat, kata dia, agar pembangunan bendungan Way Gatel segera dilaksanakan, atau revitalisasi bendungan Way Padang Ratu arah Pringsewu, bila Ridho Berbakti Jilid II kembali memimpin Lampung.

"Alhamdulillah sekarang sudah masuk musim panen padi, hasil padi juga lumayan. Dimasa pemerintahan Pak Ridho, kami jauh lebih diperhatikan dibanding gubernur sebelumnya. Masalahnya masih sama yaitu tentang pupuk dan juga perairannya. Mudah - mudahan Pak Ridho bisa membantu menyelsaikan permasalahan ini agar hasil panennya lebih baik dan meningkat," harap dia, mewakili Gapoktan setempat.

Menanggapi hal itu, calon gubernur Nomor Urut 1, M Ridho Ficardo, langsung meminta agar Gapoktan membuat surat secara langsung kepada dirinya. Selain lebih efektif juga agar pelaksanaannya cepat terealisasi.

"Tulis surat langsung ke Saya, tulis tangan saja nggak apa, kalau lewat pemerintah atau balai besar mungkin bisa saja mereka lupa, tapi kalau lewat Saya bisa langsung Saya perintah," tegas Ridho, seraya mencatat hasil varietas unggulan tersebut.

Ridho juga mengatakan, masyarakat Pringsewu merupakan salah satu masyarakat yang rukun guyub. Selain itu, masyarakatnya relatif lebih sejahtera dibanding kabupaten lainnya.

"Dari 15 kabupaten/kota, Pringsewu adalah wilayah ke-3 yang termaju di bidang pendidikan," ungkap Ridho.(*)

Share:

DPRD Lampung Sahkan Raperda Pinjaman PT. SMI




setialampung - Pemerintah provinsi Lampung memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada DPRD Provinsi Lampung yang telah menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda)  tentang pinjaman Pemerintah Daerah kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjadi peraturan daerah (perda) Provinsi Lampung.
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Dewan terhormat atas telah disetujuinya rancangan peraturan daerah dimaksud untuk  ditetapkan menjadi peraturan daerah,” kata Plt  Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis, mewakili  Gubernur Lampung Didik Suprayitno saat rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung pembicaraan tingkat II persetujuan rancangan peraturan daerah Provinsi Lampung prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung tentang pinjaman Pemerintah Daerah kepada PT. SMI, di ruang sidang paripurna DPRD Lampung, senin (26/3/2018).



Hamartoni Ahadis menjelaskan pinjaman pemerintah daerah kepada PT. SMI sebesar Rp. 600 miliar, ditujukan untuk membiayai pembangunan 6 (enam) ruas jalan di Provinsi Lampung.
“Yang terpenting adalah telah disetujuinya peraturan daerah tentang pinjaman daerah tersebut. Terkait pencairan dana, dipihak internal PT. SMI tentunya memiliki aturan tersendiri terkait mekanisme pencairan dana,” katanya.
Adapun keenam ruas jalan tersebut yakni ruas simpang korpri-sukadamai sebesar Rp. 60 miliar, ruas padang cermin-kedondong sebesar Rp. 160 miliar, ruas bangunrejo-wates sebesar Rp. 110 miliar, ruas pringsewu-pardasuka sebesar Rp. 50 miliar, ruas simpang pematang-brabasan sebesar Rp. 80 miliar, dan ruas brabasan-wiralaga sebesar 140 miliar.
Hamartoni menjelaskan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan ketersedian infrastruktur jalan yang handal maka kelancaran pergerakan arus transportasi darat akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.
“Diharapkan dengan adanya penanganan jalan Provinsi ini, pertumbuhan ekonomi Lampung dapat terus meningkat serta turut berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Untuk itu, dengan disetujuinya raperda tersebut sebagai perda, jelas hamartoni, maka dalam rangka penerapan/pelaksanaan lebih lanjut perda tersebut, Kepala OPD pelaksana perda terkait untuk segera menyiapkan dan mengambil langkah yang diperlukan yakni melaksanakan pembangunan 6 (enam) ruas jalan di Provinsi Lampung, melaporkan posisi kumulatif pinjaman dan kewajiban pinjaman kepada Mendagri dan Menteri Keuangan RI setiap semester dalam tahun anggaran berjalan.
Pada kesempatan itu, terdapat juga laporan hasil pembahasan pantia khusus DPRD Provinsi Lampung tentang laporan hasil Pemeriksaan BPK-RI atas efektivitas pelayanan perizinan terpadu satu pintu pada Pemerintah Provinsi Lampung.
“Ada beberapa masukan dari hasil pembahasan tersebut. Karena itu forum ini dijadikan sebagai barometer untuk mengoreksi apa yang telah kita lakukan, untuk memberikan pelayanan mudahan bisnis dan investasi bagi investor yang ingin berinvestasi di Lampung,” jelasnya.
Dalam paripurna yang langsung dipimpin Ketua  DPRD Lampung  Dedi Afrizal,  44 anggota  DPRD yang  hadir  menyetujui Raperda  peminjaman  dana pemda  kepada PT SMS senilai  600 Miliar tersebut. (*)
Share:

Mizan Goes To Campus : Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah

Foto - foto: istimewa.

setialampung - “Mizan merasa perlu memberikan satu program yang khusus didesikasikan pada perguruan tinggi  Islam. Karena Mizan percaya bahwa perguruan tinggi, terlebih IAIN/UIN sampai saat ini masih menjadi benteng moderasi Islam di Indonesia”

Begitulah salah satu penggalan kalimat yang dilontarkan Vice President Mizan Publika, Putut Widjanarko. Program yang dimaksudkan tak lain adalah Mizan Goes To Campus (MGTC), sebuah program yang didedikasikan secara khusus untuk perguruan tinggi.


Hingga saat ini, sudah ada lima kampus yang didatangi oleh MGTC. Kampus tersebut diantaranya yaitu IAIN Ponorogo, UIN Alauddin, Makassar, UIN Sunan Kalijaga, Yogjakarta, IAIN Surakarta, dan IAIN Tulungagung.

Mizan Goes To Campus selanjutnya akan diadakan pada 28 - 29 Maret 2018 di UIN Raden Intan Lampung dengan tema besar Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah.

Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Alamsyah, menyambut antusias program MGTC ini.  Menurutnya, program seperti MGTC ini adalah salah satu program yang ditunggu oleh perguruan tinggi.

“Saya berharap Mizan terus concern dengan program seperti ini. Sehingga berdampak dalam  mendorong dunia kampus untuk maju mengembangkan kultur literasi di era milenial,” kata Alamsyah.

Di UIN Raden Intan Lampung nantinya pada hari pertama akan diisi dengan workshop menulis dan seminar. Workshop menulis yang diadakan bertujuan melahirkan otobiografi intelektual dari para mahasiswa. Sementara seminar akan membahas tentang Careerpath Penerbitan dengan narasumber Pangestuningsih (CEO Noura Publishing) dan Teguh Affandi (Editor and Cerpenis). Hari kedua diisi dengan talksow yang bertemakan Menjadi Manusia dengan Sastra. Narasumber terdiri dari Teguh Affandi, Pangestuningsih, dan Udo Z Karzi (Redaktur Fajar Sumatera). Tujuan dari talkshow ini adalah menghidupkan kembali sastra Indonesia di kalangan generasi millennial serta menghadirkan sastra  untuk  “melembutkan” manusia/masyarakat di era “chaos” kemanusiaan saat ini.

Diskusi ini menggali lebih dalam tentang sastra dalam kehidupan manusia. Pengaruh serta keterlibatan sastra dalam kehidupan berbangsa juga menjadi fokus utama dalam diskusi ini. Alasan dari sastra itu sendiri yang perlu dilibatkan dalam kehidupan manusia juga akan dibahas tuntas. Kata sastra sendiri mungkin memiliki jarak untuk sebagian orang. Banyak kesan - kesan yang dimunculkan dari kata ini. Terlebih jika harus dihubungkan dengan generasi millennial yang sarat akan modernitas.

Akan tetapi, terbentuknya sebuah karya sastra, tak bisa lepas dari kemanusiaan. Mereka hadir bak dialektika yang saling mengisi ruang satu sama lain. Di era chaos kemanusiaan saat ini, sastra ibarat salah satu medium yang mampu mengatasi ke-“chaos”-an tersebut. Lalu bagaimana sastra hadir menjadi pengentas chaos kemanusiaan saat ini? Semua akan dikupas satu per satu melalui diskusi yang akan hadir di MGTC. (rls)

Share:

Muhammad Ridho Ficardo hadiri lomba kicau mania di Lampung Timur

Foto - foto: istimewa.


setialampung - Salah satu pembangunan di Lampung Timur Khususnya di Kecamatan Way Sekampung yang cukup banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah perbaikan akses jalan. Dulu sangat rusak parah dan terkenal dengan nama jeglongan sewu, sekarang Alhamdulillah sudah bagus, walaupun belum semuanya tapi kami sangat bersyukur telah dibangun.

Demikian disampaikan Rofiq (32), warga Sekampung saat mengikuti lomba burung kicau yang digelar komunitas Ronggolawe DPW Lampung di lapangan Sekampung, Lampung Timur, minggu (25/3/2018). Pada Kegiatan tersebut dihadiri juga Calon Gubernur Lampung Incumbent, Muhammad Ridho Ficardo yang juga menjabat sebagai ketua pembina Ronggolawe DPW Lampung.



Dalam kegiatan tersebut, Ridho mengatakan, peserta lomba kicau mania kali ini berjumlah 1.100 orang yang terdaftar dan tidak hanya datang dari wilayah Lampung saja. Tapi juga dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta, Bandung, Jogja, dan lain sebagainya.

"Alhamdulillah lomba kali ini diikuti tidak hanya peserta dari berbagai daerah di wilayah Lampung, tapi juga dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta, Bandung, Jogja, dan lain-lain. Alhamdulilah juga akses jalan menuju lokasi sudah banyak diperbaiki, jadi peserta tidak mengalami kesulitan menuju kesini. Malah katanya selain ikut lomba juga mau jalan-jalan di Lampung," terang Ridho.



Hal tersebut diamini Ali Imran, peserta lomba dari Jogja yang mengaku senang dengan kehadiran Muhammad Ridho Ficardo dalam kegiatan tersebut.

"Setahu kami kan Pak Ridho ini gubernur Lampung, terus terang kami sangat senang menyambut kedatangan beliau. Apalagi beliau juga sebagai ketua dewan pembina Ronggolawe Lampung. Tentunya masyarakat Lampung bangga memiliki gubernur yang telah banyak melakukan pembangunan sekaligus dekat dengan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Hery Ariyanto selaku penanggung jawab dan Ketua Ronggolawe Nusantara DPW Lampung berharap kegiatan kali ini dapat menjadi penyambung tali silaturahmi warga Lampung, khususnya para pecinta burung. (*)

Share:

Ridho Ficardo senang hasil panen petani Wonodadi melimpah

Calon Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo saat melakukan panen padi bersama petani Wonodadi, Gading Rejo, Pringsewu. Foto - foto: istimewa


setialampung - Calon gubernur Lampung nomor urut 1, H. Muhammad Ridho Ficardo, senin (26/3/2018), bergabung dengan warga Desa Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, memanen padi hasil tanaman warga setempat. Ridho, sang petahana yang mampu meningkatkan hasil panen petani se-Lampung dalam kepemimpinannya selama 3,5 tahun belakangan, berbaur dengan ratusan petani Wonodadi dalam panen akbar kali ini.

"Alhamdulilah, hasil panen petani di Wonodadi ini maksimal. Saya dan Pak Bachtiar selama ini sangat concern dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil pertanian seluruh petani di Lampung. Dan sudah terbukti bila surplus hasil beras petani kita sangat banyak setiap tahunnya. Jadi, petani kita sudah bisa mencukupi kebutuhannya sendiri bahkan berlebih," kata Ridho Ficardo, dengan wajah gembira melihat hasil panen petani yang sangat baik.



Menurut Ridho, panen raya ini membuktikan program Pemprov Lampung yang dipimpinnya bersama Bachtiar Basri selama 3,5 tahun ini berhasil secara nyata. 

"Jadi kalo calon lain masih berjanji, saya dan Pak Bachtiar sudah memberi bukti. Ke depannya, kesejahteraan warga petani akan terus menjadi perhatian program kami," kata Ridho Ficardo yang bersama Bachtiar Basri mendapat nomor urut 1.

Hadirnya sang petahana pada panen raya disambut sukacita warga Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu. Mereka menyambut ketua DPD Partai Demokrat Lampung ini dengan antusias.

Pada panen raya ini Ridho didampingi beberapa pengurus DPD Partai Demokrat Lampung, seperti Sonny Z Utama dan Tauri Afitri, Ketua DPC PD Pringsewu, Mariyanto, dan jajaran PD Pringsewu lainnya. (*)

Share:

Aksi Getar Lampung ajak tukar rokok dengan coklat


setialampung - Komunitas Generasi Tanpa Rokok (Getar) Lampung sosialisasi pengendalian tembakau dengan mengajak perokok menukar dengan coklat.

Eni Muslihah, penggiat Getar Lampung mengatakan, hanya sedikit pengunjung Car Free Day di Tugu Adipura Bandarlampung yang bersedia menukarkan rokoknya dengan coklat.

"Dalam sosialisasi yang kami lakukan, seperti abang tukang balon, siomay dan lainnya dalam sehari mereka bisa menghabiskan rokok antara 2 - 3 bungkus per hari," kata Eni.

Pengeluaran untuk rokok saja, menurutnya tidak sebanding dengan pendapatan bersih para pedagang tersebut.

"Uniknya lagi, mereka sebenarnya tidak menginginkan anak mereka atau generasi muda juga menjadi perokok," katanya lagi.

Dari 50 volunter pemuda yang mencoba mengajak perokok menukarkan coklatnya, Getar Lampung berhasil mengumpulkan 5 batang rokok dari masyarakat.

"Yang terpenting pesan kami tentang bahaya rokok sudah tersampaikan ke masyarakat meskipun pelan perubahannya," ujar dia lagi.

Selain itu, Getar Lampung juga membuat pohon harapan berupa komentar warga yang mengikuti car free day (CFD) di Tugu Adipura. Puluhan komentar warga di pajang di batang pohon yang dihias.
 
Kegiatan itu juga sekaligus sosialisasi logo Getar Lampung serta memberikan hadiah kepada ketiga pemenang lomba desain logo yang diadakan sejak januari 2018. 

Ismen Muchtar, pegiat anti rokok menjelaskan, komunitas Getar Lampung ingin menyelamatkan generasi muda dari kecanduan merokok.

"Kalau sudah kecanduan, sulit berhenti, jangan wariskan kebiasanannya kepada yang lain," ujar dia, minggu (25/3/2018).

Ia menilai, saat ini industri merokok menyasar ke anak muda melalui donasi di bidang olahraga dan musik.

"Padahal rokok justru merusak, imaje saat ini iklan rokok ke olahraga dan musik, sementara pengeluaran merokok lebih besar satu bungkus rokok setara dengan satu kg telur," ujar Ismen.

Saat ini, hampir 70 persen laki - laki merokok atau dua dari tiga laki - laki merokok.

Kedepan, Getar Lampung akan membuat program kreatif berupa lomba poster untuk menyaingi iklan rokok yang akan di pasang di pusat kota Bandarlampung. (*)
Share:

Muhammad Ridho Ficardo dan warga, gotong - royong bangun jalan kampung

Foto: istimewa.


setialampung - Calon gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo bersama masyarakat Desa Candi Mas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, bergotong - royong membuat jalan kampung.

Ketua pelaksana kegiatan, Asep Dodi Saputra, mengatakan, masyarakat sangat menginginkan kehadiran Muhammad Ridho Ficardo. Selain itu, kehadiran calon gubernur Lampung nomor urut 1 ini juga semakin menambah semangat warga dalam melaksanakan program swadaya pengecoran jalan beton.

"Kami berharap Bapak Muhammad Ridho Ficardo bisa terus melanjutkan langkahnya dalam mengembangkan infrastruktur jalan, khususnya yang ada di desa. Karena dengan kondisi jalan yang baik, secara langsung meningkat pula ekonomi rakyat," kata Asep, di lokasi kegiatan, minggu (25/3/2018).

Di lokasi yang sama, Marsudi (54), warga Dusun Induk 1, menyampaikan terimakasih dan sangat mengapresisasi Muhammad Ridho Ficardo yang mau turun ke bawah dan terlibat langsung dalam pembangunan jalan.

"Terimakasih Pak Ridho sudah datang melihat langsung bahkan terlibat dalam kegiatan gotong royong membangun jalan. Semoga ke depan desa kami menjadi lebih maju, dan Pak Ridho dapat terus memperhatikan desa kami," harap Marsudi.

Dalam kegiatan bersama masyarakat setempat, calon Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyampaikan, diera kepemimpinannya bersama Bachtiar Basri, pihaknya selalu berupaya untuk terus merespons keinginan pembangunan masyarakat.

"Gotong royong bukan hanya semata membangun jalan, namun juga sebagai pengikat tali persaudaraan. Selain itu, begitu banyak program yang digelontorkan ke masing - masing wilayah hingga desa. Seperti di bidang ekonomi, infrastruktur, hingga pelayanan publik," kata Ridho.

Ridho juga mengatakan, secara bertahap akan terus memperbaiki infrastruktur jalan provinsi yang ada di setiap kecamatan.

"Kedepan, selain jalan desa, jalan provinsi yang ada di Lampung, khususnya di Lampung Selatan ini, bisa di rigid beton supaya tahan lama, dan akan kita prioritaskan supaya warga atau petani yang mau menjual hasil panennya menjadi lebih lancar," ungkap Ridho.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pembangunan jalan kampung sepanjang 180 meter bersama warga Desa Candi Mas RT 02, Dusun Induk I itu, Muhammad Ridho Ficardo juga turut makan siang bersama warga setempat. Bahkan, Ridho juga sempat memuji ikan asin buatan warga Desa Candi Mas.

"Ternyata ikan asin Candi Mas enak banget," ujar Ridho, sambil diserbu warga yang ingin bersalaman dan berfoto bersama. (*)
Share:

Didik apresiasi deklarasi keterbukaan informasi pilkada 2018

Foto: istimewa.

setialampung - Pjs Gubernur Lampung, Didik Suprayitno mengapresiasi terselenggaranya deklarasi komitmen keterbukaan informasi pilkada serentak 2018 di Lampung. Apresiasi ini disampaikan Didik dalam acara deklarasi yang dilaksanakan di Hotel Sheraton, kamis (23/3/2018).

"Melalui deklarasi komitmen keterbukaan informasi, diharapkan semuanya memegang teguh akan komitmen tersebut. Karena keterbukaan informasi itu sangat penting, disitulah terjadinya transparansi baik pembiayaan, pendanaan pilkada, maupun untuk kampanye lainnya. Sehingga tercipta pilkada yang aman dan damai,” kata Didik.

Didik menuturkan, pemerintah provinsi (pemprov) Lampung sangat mengapresisasi komisi informasi Lampung yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Saya sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan ini guna menciptakan pilkada yang bersih, transparan, aman dan damai,” ujarnya.

Didik menjelaskan, kegiatan ini berdasarkan undang - undang 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Publik memiliki hak untuk mendapatkan akses informasi. Kalau ada masyarakat yang meminta suatu informasi, maka informasi tersebut harus disampaikan. Untuk itu, dibutuhkan keterbukaan informasi dengan prinsip transparansi, partisipatif dan akuntabilitas disetiap pelaksanaannya,” ungkapnya.

Pada pilkada serentak 2018, jelas Didik, tidak hanya pemilihan gubernur dan wakil gubernur, tetapi juga pemilihan bupati dan wakil bupati di Tanggamus dan Lampung Utara.

“Saya sangat berkomitmen untuk mendukung terlaksananya pilkada serentak ini dengan baik. Karena salah satu tugas saya adalah memperlancar terlaksananya pilkada ini. Untuk itu, saya berharap kepada semua pasangan calon yang akan mengikuti pilkada serentak ini agar tidak menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah seremonial dan formalitas. Namun menjadi komitmen bersama untuk mentaati hukum dan undang - undang yang berlaku guna melaksanakan dan mensukseskan pilkada 2018 dengan baik,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Lampung, Fatihatul Khoiriyah, menuturkan, deklarasi ini adalah kegiatan yang bukan hanya sekedar kata - kata. Namun kegiatan moral untuk melaksanakan pilkada dengan baik dan guna menghasilkan pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat Lampung.

“Saya atas nama bawaslu mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Untuk itu, kami berharap para stakeholder dan para paslon dapat bersama menjalankan komitmen deklarasi ini,” kata Fatihatul.

Fatikhatul juga menjelaskan, sebagai anak bangsa, pihaknya bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi kepada Indonesia dan mewujudkan pilkada yang berintegritas.

"Kita bersama - sama ingin membangun Lampung. Dan kita berharap Pjs gubernur Lampung mampu mengayomi kita semua sampai terpilihnya para kepala daerah,” harapnya.

Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono menuturkan, komitmen deklarasi harus dilaksanakan, ditampakkan dan dikatakan di ruang publik.

“Kegiatan deklarasi ini adalah niat baik dari komisi informasi Lampung guna menyumbangkan sebuah gagasan agar proses pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan baik. Untuk itu, kami dari KPU Lampung mengucapkan terimakasih, karena dalam pelaksanaan pilkada serentak harus berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.

Ketua Komisi Informasi Lampung, Dery Hendryan mengutarakan, deklarasi yang dilaksanakan ini berdasarkan undang - undang 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang mengandung makna prinsip dalam penyelenggaraan badan publik, baik negara maupun non negara termasuk partai politik, KPU, bawaslu dan pasangan calon. Sehingga mereka mampu memberikan prinsip transparansi, partisipatif dan akuntabilitias di dalam pelaksanaan tugasnya masing-masing.

Nanang juga menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama diselenggarakan dan belum pernah dilakukan di tempat lain, baik di pusat maupun di provinsi lainnya.

"Terimakasih kepada kita semua yang telah hadir, khususnya pjs. gubernur Lampung dan DPRD Lampung yang telah hadir langsung untuk mengikuti dan menyaksikan acara deklarasi ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pjs. gubernur Lampung bersama Ketua DPRD Lampung, kapolda Lampung, kejaksaan tinggi Lampung, ketua KPU Lampung, ketua bawaslu Lampung, ketua DPC Peradi Bandarlampung dan kepala ombudsman perwakilan Lampung, menandatangani serta menyaksikan penandatangan naskah deklarasi keterbukaan informasi pilkada serentak 2018 yang ditandatangani para calon gubernur dan wakil gubernur Lampung.

Selanjutnya, terdapat penyerahan dokumentasi deklarasi komitmen keterbukaan informasi pilkada serentak di Lampung dari ketua KI Lampung kepada pjs. gubernur Lampung, ketua DPRD Lampung, kapolda Lampung, kejaksaan tinggi Lampung, ketua KPU Lampung, Ketua bawaslu Lampung, ketua KPU Lampung, Ketua DPC Peradi Bandarlampung dan kepala Ombudsman perwakilan Lampung.

Adapun isi deklarasi tersebut adalah mentaati semua ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik dalam setiap tahapan pilkada; memastikan seluruh tahapan pilkada memenuhi prinsip akuntabilitas, dicatat dan dilaporkan penggunaan anggarannya dalam laporan dana kampanye, serta menjamin terpenuhinya hak publik atas informasi dan hak untuk berpartisipasi guna mensukseskan Pilkada Lampung 2018. (humas provinsi)
Share:

FAJI Lampung butuh dukungan pemerintah

Foto: Dok. FAJI Lampung.


setialampung – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lampung membutuhkan bantuan pemerintah dalam hal ini KONI Lampung. Ini mengingat cabang olahraga (cabor) arung jeram dipastikan menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) FAJI Lampung, Agus Toni, didampingi Wakil Sekretaris, Rodi Ediyansyah, jum’at (23/3/2018).
   
Agus mengatakan, dalam proses pembinaan atlet membutuhkan biaya yang cukup besar dan hal ini masih menjadi permasalahan utama pengurus FAJI Lampung.

“Untuk itu, kami berharap dukungan dari pemerintah, dalam hal ini KONI Lampung dengan memanfaatkan peluang meraih medali emas dari cabang olahraga Arung Jeram ini di PON XX Papua 2020. Dengan dipertandingkannya cabang olahraga arung jeram di PON Papua, tentu kita sambut dengan baik. Karena ini kali pertama FAJI menjadi peserta PON setelah sebelumnya hanya bersifat eksebisi di PON Jawa Barat,” kata Ketua Pengurus Daerah (Pengda) FAJI Lampung, Agus Toni, didampingi Wakil Sekretaris, Rodi Ediyansyah, jum’at (23/3/2018).

Menurut Agus, olahraga arung jeram termasuk termasuk olahraga mahal, sehingga pegiat olahraga ini relatif sedikit.

“Peluang meraih medali emas dari cabang olahrag Arung Jeram cukup besar untuk Lampung. Oleh karena itu kami akan segera mempersiapkan atlet. Seperti pada eksebisi PON Jawa Barat, tim arung jeram Lampung bisa meraih medali perunggu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FAJI Pusat, Amalia Yunita, mengatakan, jika Arung Jeram merupakan olahraga yang unik dan berpotensi meraih medali, selain memiliki unsur wisata.

Dikatakannya, jika salah satu sungai di Nimbokrang akan menjadi venue bertanding bagi peserta PON 2020.

“Kami sudah survey lokasi, salah satu sungai di Nimbokrang dan sungainya sudah memadai untuk dilakukan cabang olaharaga ini,” ujarnya kepada wartawan olahraga di Jayapura, Rabu (21/3/2018).

Amalia menjelaskan jika tempat tersebut diyakininya akan menjadi salah satu tempat wisata setelah selesainya PON XX digelar.

“Di sungai ini juga kita akan melewati salah satu tempat penangkaran burung Cenderawasih yang merupakan ikon dari Papua. Ke depan, kami juga meyakini sungai yang digunakan tersebut sebagai tempat berkemah bagi wisatawan dan banyak tempat yang bisa digunakan untuk kejuaraan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, cabang olahraga Arung Jeram ini merupakan olahraga petualang, sehingga tidak terlalu menggunakan fasilitas hotel seperti cabang olahraga lainnya.

“Kita tinggal di tenda saja sudah cukup yang penting ada makanan, atau masyarakat juga bisa menyediakan Home Stay agar masyarakat bisa menjadi salah satu pendapatan bagi mereka,” lanjutnya.

Amalia juga berharap agar delapan nomor yang dipertandingkan dalam PON XX dapat ditambahkan. Pasalnya, ini merupakan aspek hiburan bagi masyarakat dan berdampak pada perekonomian mereka.

Sementara itu Ketua Harian FAJI Papua, Iriansyah, mengungkapkan jika pemprov sudah merencanakan agar cabang olahraga (cabor) bisa memberikan potensi prestasi sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dari PON 2020.

“Di sana itu kita akan jadikan salah satu wisata andalan yang mungkin ini akan menjadikan daya tarik bagi wisatawan lainnya, sedangkan untuk atlet saya rasa itu tidak akan susah, karena masyarakat disini kebanyakan sebagai pendayung, sehingga hanya perlu pembinaan atlet yang terukur dan terarah saja,” jelasnya. (rls)

Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog