Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Dua anggota DPRD Lampung ajukan izin untuk ikut kampanye calon gubernur

Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal.


setialampung – Dua anggota DPRD Lampung, Eva Dwiana dan Ririn Kuswantari mengajukan izin atau cuti untuk mengikuti kampanye pasangan calon gubernur – wakil gubernur Lampung.

“Hari ini Bu Ririn mengajukan izin, sebelumnya Bu Eva yang mengajukan izin untuk ikut kampanye. Bagi kawan – kawan anggota dewan lainnya yang akan mengikuti kampanye, silakan membuat surat izinnya,” kata Dedi, di ruang kerjanya, selasa (6/3/2018).

Dedi menjelaskan, mekanisme pengajuan izin yaitu tiga hari sebelum kampanye, anggota dewan yang bersangkutan sudah mengajukan izin atau cuti kepada pimpinan dewan sesuai dengan berapa hari akan melakukan kampanye.

Dijelaskannya juga, mekanisme pengajuan izin disampaikan kepada masing – masing pimpinan DPRD setempat. Lalu disampaikan kepada KPU daerah masing – masing.

Saat ditanya bagaimana jika yang mengajukan izin untuk ikut kampanye adalah pimpinan (ketua) DPRD itu sendiri, Dedi menuturkan, yang bersangkutan (ketua DPRD) tersebut mengajukan izin atas nama pribadi (sebagai anggota DPRD) yang ditujukan kepada pimpinan DPRD.  

“Kalau misalkan saya yang akan mengajukan izin untuk ikut kampanye, ya atas nama pribadi sebagai anggota DPRD, saya mengajukan izin yang ditujukan kepada ketua DPRD. Kemudian secara lembaga, saya mengeluarkan izin untuk diri saya sendiri atas nama sebagai ketua DPRD. Saya kan ketua merangkap anggota DPRD,” ungkapnya. (ben)  


Berita Populer

Antoni Imam Ajak Mahasiswa Ikut Siapkan Peraturan Daerah

Bandarlampung - Di depan ratusan mahasiswa peserta seminar nasional legislatif 2019 di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, selasa (3/12), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Antoni Imam mengajak agar disamping menuntaskan perkuliahan secara baik dengan nilai akademik yang baik, juga tak lupa jangan abai dengan kondisi sosial disekitar mereka.

“Sebagai _director of change_ atau pengendali perubahan, adik-adik mahasiswa punya tanggung jawab moral ikut memperbaiki kondisi sosial di sekitar. Jangan mengabaikan tugas mulia itu,” harap sekretaris fraksi PKS DPRD Lampung ini.

Mahasiswa sebagai suatu strata sosial yang dipercaya masyarakat harus ikut memberi pencerahan kepada mereka.

“Hari ini publik menaruh harapan besar kepada adik-adik mahasiswa. Salah satu tugas yang penting dilakukan adalah sebagai penyeimbang kebijakan baik di tingkat lokal/ daerah maupun nasional,” ungkap Antoni Imam.

Sebagai penyeimbang kebijakan, maka mahasiswa perlu menterjemahkannya secara sistemik.

“Jika ada peratura…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…