Langsung ke konten utama

Ridho Ficardo silaturahmi dengan Gapoktan Batanghari Nuban

Foto: istimewa.

setialampung - Muhammad Ridho Ficardo silaturahmi dan berdialog untuk menyerap aspirasi dengan Gapoktan Desa Kedaton 2, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur, minggu (18/3/2018).

Kedatangan Ridho disambut langsung ketua kelompok tani desa kedaton II, Larwono Mustaji Sasongko.

Pada kesempatan tersebut, Larwono mengaku sangat senang mendapat kunjungan M. Ridho Ficardo untuk mendengarkan aspirasi warga.

"Walaupun pemberitahuannya mendadak, saya senang Pak Ridho berkenan mampir di tempat kami," ujarnya.

Larwono juga menyampaikan, dirinya dan warga desa secara swadaya tengah membuat embung untuk pengairan namun terkendala biaya untuk pengadaan mesin air.

Menanggapi hal tersebut, Ridho mengatakan, dirinya tengah melakukan pendataan desa - desa di Lampung yang juga membutuhkan bantuan agar secepatnya mendapat penanganan.

Seperti diketahui, sebagian besar mata pencaharian masyarakat Lampung masih didominasi sektor pertanian. Oleh karena itu, diera kepemimpinannya, Muhammad Ridho Ficardo terus berupaya menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu program strategis pemerintah provinsi Lampung guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Beberapa diantaranya adalah dengan menjalankan program pendistribusian pupuk secara online, pembangunan waduk dan revitalisasi sistem pengairan irigasi, memberikan beasiswa kepada putra-putri petani dan banyak program lainnya.

Berkat kerja keras Ridho Ficardo dan seluruh petani di Lampung, provinsi Lampung memperoleh peringkat ke-4 surplus padi nasional, dan peringkat 3 produsen jagung nasional, serta berbagai prestasi lainnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Ridho Ficardo memohon doa restu serta dukungan warga Desa Kedaton 2 agar beliau beserta seluruh jajaran pemerintah provinsi Lampung dapat melanjutkan pembangunan di tanah sai bumi rua jurai yang di cintai ini. (rls)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)