Hadiri Dzikir Kebangsaan di Mapolda Lampung, Pjs Gubernur: kondisi keamanan di Lampung, aman dan kondusif

Foto: istimewa.


setialampung – Pjs. Gubernur Lampung, Didik Suprayitno menghadiri dzikir kebangsaan yang dilaksanakan di halaman mapolda Lampung, jumat (6/4/2018). Selain Pjs gubernur, dzikir dihadiri Kapolda Lampung, Irjen. Pol. Suntana, Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Angesta Romano Yoyol, Komandan Korem 043 Gatam, Kolonel Kav. Erwin Djatniko, KH. Abdullah Gymnastiar, Forkopimda, para undangan, serta para alim ulama dan pejabat utama polda Lampung.  

Pjs Gubernur Lampung, Didik Suprayitno mengatakan, kondisi keamanan di Lampung berjalan dengan aman dan kondusif. Ini berkat sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI dan Polri. Hal ini terbukti dengan penghargaan tingkat nasional yang berhasil diraih Lampung karena mampu menjaga dan menyelesaikan konflik sosial. Oleh karena itu, ia berpesan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas yang selama ini telah berjalan dengan baik dan lancar. 


baca juga: Aa Gym imbau untuk menjaga suasana politik tetap sejuk di pilkada dan pilpres




“Terimakasih atas kinerja kepolisian daerah Lampung yang telah bekerja keras dengan berbagai program kerja yang dimiliki yang terus mendukung dan mengawal berbagai kebijakan pembangunan pemerintah provinsi Lampung. Marilah kita bersama - sama menjaga kondusifitas yang sudah berjalan dengan lancar di Lampung, terlebih kita akan menghadapi pilkada serentak,” ungkapnya.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Suntana mengatakan, dzikir kebangsaan dengan tema memperkuat kebhinekaan membangun kebangsaan ini sebagai wahana introspeksi dan memperbaiki diri untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat Lampung yang aman, damai dan sejahtera.
“Situasi keamanan di Lampung harus tetap terjaga di tengah berlangsungnya situasi pilkada saat ini,” ujarnya.  

Di dalam tausiahnya, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang disapa Aa Gym mengatakan, dilarang saling mencela, mengolok – olok, mengorek – ngorek aib dan kekurangan orang lain.

“Kita harus punya niat yang lurus, tidak boleh mencari – cari kesalahan orang lain. Dilarang panggil memanggil dengan gelaran – gelaran buruk. Semua ini dilarang di dalam Al Qur’an. Jauhi prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Kepada sesama orang beriman, dilarang suka suudzon (berburuk sangka),” kata Aa Gym. (*/ben)

Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog