Katenon dan istri minta keadilan ke Polda Lampung

Katenon, (tengah), didampingi istri saat memberikan penjelasan kepada awak media di Graha Jurnalis Polda Lampung, selasa (3/4/2018).

setialampung - Katenon, begitu ia biasa dipanggil. Didampingi istri (Nita Ifa Susanti), paman serta penasehat hukumnya, Anggit Nugroho dari kantor pengacara Wahrul Fauzi Silalahi (WFS), mendatangi Polda Lampung, selasa (3/4/2018). Kedatangan warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya ini ingin minta keadilan ke Polda Lampung.

Menggunakan kemeja dan celana jins berwarna biru, didampingi sang istri, Katenon mengungkapkan perihal dugaan pemerasan, kekerasan dan rekayasa kemilikan narkoba yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Mesuji terhadap dirinya pada 5 januari 2018 silam.

Anggit Nugroho, penasehat hukum Katenon, saat menunjukkan bukti foto. 

Katenon mengatakan, awal mulanya saat itu Somad datang ke rumahnya dan menawarkan hasil kelapa sawit kepada Katenon. Setelah itu, dengan menggunakan sepeda motor, Katenon dan Somad menuju tempat buah sawit yang ditawarkan Somad. Namun di tengah perjalanan, Somad dan Katenon dihadang tiga orang berpakaian sipil yang menggunakan mobil Luxio dan satu orang menggunakan sepeda motor.

"Saya liat pintu mobil posisinya sudah kebuka. Terus saya disiksa di lokasi dan di dalam mobil. Terus saya dibawa ke salah satu kafe di SP 6, lalu mereka menunjukkan kartu identitas polisinya. Terus saya dibawa ke sekitar Jalan Surabaya, ke Pom Bensin. Terus ke salah satu mini market. Saya disuruh beli tisu dan air untuk membersihkan luka - luka saya," ungkapnya kepada awak media di Graha Jurnalis Polda Lampung, selasa (3/4/2018).

Di jalan Surabaya, lanjutnya, dirinya dikasih uang sebesar Rp630 ribu dan dipaksa untuk mengakui memiliki barang yang diduga narkoba. Namun ia bersikeras tidak mau mengakuinya karena barang yang diduga narkoba tersebut bukan miliknya.

"Saya ditunjukkan bungkusan plastik dan dipaksa mengaku bahwa saya yang memiliki barang tersebut. Tapi saya menolaknya. Saya dibawa muter - muter pake mobil dari sekitar jam lima sore sampai jam setengah sembilan malam," ujarnya.

Penasehat hukum Katenon, Anggit Nugroho menuturkan, dugaan pemerasan dan penganiayaan ini sudah dilaporkannya ke Propam Polda Lampung. Namun sampai hari ini belum ada kejelasannya.

"Kami juga akan melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pemerasannya ke Polda Lampung. Informasinya sekarang tiga oknum anggota Polres Mesuji itu sudah diproses di Propam Polda Lampung. Tapi belum jelas kapan sidang kode etik dan hasil sidangnya apa," kata Anggit.

Anggit menjelaskan, ia  bersama kliennya itu datang ke Polda Lampung karena ingin minta kejelasan perkembangan kasusnya yang lagi ditangani Propam Polda Lampung.

"Tapi kami belum dapet penjelasan, karena Propam Polda Lampung lagi ada acara Rakernis. Dalam waktu dekat kami juga akan laporkan dugaan penganiayaannya," ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna menuturkan, ketiga oknum anggota yang dimaksud sedang dalam proses disiplin.

"3 (tiga) anggota dimaksud sedang dalam proses disiplin karena terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, urine positif," kata Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna saat dikonfirmasi setialampung.co.id, melalui pesan WhatsApp, selasa (3/4/2018). (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog