Soal polemik Rakata Institute, Kemendagri Tunggu Keputusan Bawaslu

Foto: istimewa.

setialampung - Kementerian dalam negeri (Kemendagri) angkat bicara terkait polemik lembaga survey Rakata Institute di bawah kepemimpinan Eko Kuswanto yang notabene berstatus aparatur sipil negera (ASN)/pegawai negeri sipil (PNS). Dimana ASN/PNS dilarang terlibat dalam politik.

Kapuspen Kemendagri, Arief M. Edie kepada setialampung.co.id menegaskan, pelanggaran tentang kegiatan dalam tahapan pemilu diawasi oleh Bawaslu.

"Dan ketika dianggap salah dan masuk dalam ranah pidana, Kemendagri akan menyesuaikan hasil keputusannya. Karena berkaitan dengan pelanggaran tahapan pemilu, kita mengacu pada putusan Bawaslu," kata Arief.

Arief menjelaskan, kewenangan penindakan terhadap pelanggaran tahapan pemilu ada di Bawaslu. Tahapan pemilu diatur oleh KPU dan ketika ada pelanggaran ditindak oleh Bawaslu kepada siapapun warga negara Indonesia (WNI).

Arief mengungkapkan, aturan hak dan kewajiban serta disiplin PNS diatur dalam PP 30 tahun 80, kemudian diatur PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN.

"Dulu PNS tidak boleh berusaha, sekarang boleh sepanjang ada izin pimpinan. Dalam Hal membuat perusahaan yang berkaitan dengan pemilu, baik pilkada, pileg atau pilpres, semua ketentuan ada dalam aturan KPU dan Bawaslu sebagai lembaga yang mengatur tahapan - tahapan pelaksanaan pemilu," ungkapnya.

Anggota Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar saat dikofirmasi setialampung.co.id terkait hal ini belum bisa memastikan kapan keluarnya hasil kajian Bawaslu, serta apakah Bawaslu akan kembali memanggil Eko Kuswanto untuk kedua kalinya untuk dimintai keterangan lagi terkait polemik ini.

"Belum tahu, kami masih mengumpulkan keterangan. Nanti diinformasikan," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto tidak bisa dikonfirmasi dan dimintai tanggapannya. Pesan whatsApp setialampung.co.id tidak pernah dibalas atau dijawabnya. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed