Dinilai Berhasil Tingkatkan Kemajuan Lampung, Muhammad Ridho Ficardo Didaulat sebagai Pemuda Anti Hoax

Foto - foto: istimewa.



setialampung – Calon gubernur Lampung petahana, Muhammad Ridho Ficardo didaulat oleh mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) se-Indonesia dan beberapa komunitas di Lampung, sebagai salah satu generasi pemuda anti hoax. Selain itu mahasiswa jurusan HI se-Indonesia juga memberikan kepercayaan kepada gubernur Lampung non aktif ini bertukar wawasan yang berkaitan dengan informasi.

Menurut Ketua umum himpunan mahasiswa jurusan HI, Universitas Lampung (Unila), M. Firly Ramadhan, Muhammad Ridho Ficardo adalah salah satu tokoh muda yang berhasil membawa nama baik Lampung. Beliau (Ridho) juga menjabat sebagai gubernur pada usia 33 tahun, dan tercatat sebagai gubernur termuda di Indonesia saat dilantik.

Di usianya yang cukup muda, Ridho dinilai berhasil membawa kemajuan dengan meningkatkan daya saing Lampung dari peringkat 25 nasional pada 2015, meloncat menjadi peringkat 11 nasional pada awal 2018.

Atas keberhasilan tersebut yang melatar belakangi pemuda - pemudi mahasiswa jurusan HI se-Indonesia dan beberapa komunitas di Lampung yang mendapuk Ridho untuk melakukan sharing wawasan seputar generasi pemuda anti hoax.


“Muhammad Ridho Ficardo adalah tokoh muda yang dapat menjawab tantangan diera globalisasi. Harapan kami dengan hadirnya beliau malam ini, dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif. Jangan sampai terjerumus pada kegiatan menyebarkan hal negatif seperti hoax,” kata Firly, dalam kegiatan rangkaian pertemuan mahasiswa HI se-Indonesia di Taman Gajah, Enggal, Bandar Lampung, jumat malam. 

Ridho Ficardo sendiri, sambung dia, sebagai gubernur muda yang pernah mengenyam pendidikan di Lemhanas Republik Indonesia dinilai oleh para pemuda Lampung cakap memahami masalah-masalah kondisi kekinian dikalangan pemuda.

Sementara dalam sambutannya, Ridho yang kembali mencalonkan diri sebagai gubernur petahana ini menjelaskan, teman - teman mahasiswa Hubungan Internasional, bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga informasi yang benar dari informasi yang menyimpang untuk suatu kepentingan.

“Menjaga masyarakat terutama generasi pemuda untuk tidak terbakar dan bisa menyaring mana berita yang benar dan mana yang salah, apalagi sampai ikut menyebarkan berita yg tidak diketahui kebenarannya,” ucap Ridho.

Ridho juga memaparkan, tantangan yang dihadapi generasi muda di era globalisasi dengan kemajuan teknologi Informasi (internet, media sosial) yang ada saat ini, justru banyak Issue/berita yang mengandung hoax.

Menurut Ridho, isu SARA yang paling dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan dapat melemahkan NKRI.

“Untuk itu, pemuda adalah garda terdepan dalam upaya melawan hoax sebagai bagian dari ketahanan nasional (daya tahan bangsa),” jelasnya.

Langkah-langkah yang dapat diambil adalah dengan cek dan ricek kembali suatu informasi atau berita. Membekali diri dan bersikap terbuka dengan informasi baik dari dalam dan luar negeri. Kemudian, membangun komunikasi off line yang lebih banyak ketimbang online.

“Dengan banyaknya kegiatan bertatap muka seperti malam ini misalnya yang dilakukan di Taman Gajah, dapat meminimalisir berita atau informasi yang tidak benar dan beredar di masyarakat,” ungkap Ridho. 

Ditempat yang sama, Thalia (19), Mahasiswi HI dari Universitas Budiluhur Jakarta, mengaku sangat kagum dengan sosok Ridho Ficardo.

Menurut dia, Ridho adalah sosok pemuda yang peduli pada generasi era milenial saat ini, serta hal-hal yang terjadi di kalangan muda, termasuk penanggulangan hoax yang berkembang seperti sekarang ini. 

“Saya lihat, beliau (Ridho) sangat menginspirasi anak-anak muda untuk menanggulangi hal tersebut,” kata Thalia.

Untuk diketahui, acara yang bertemakan “gerakan nasional revolusi mental sakai sambaian pemuda anti hoax’ yang dipusatkan di Taman Gajah, juga diisi dengan kegiatan pentas seni, bazar, pasar kuliner, hingga parade budaya.

Kegiatan ini diikuti 264 mahasiswa HI se-Indonesia dari 49 universitas. Diantaranya, Papua, Kalimantan, Riau, Jakarta, Bandung. (*)

Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed