Panwaslu Monitoring Banner Eva Dwiana Herman HN


setialampung - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Bandarlampung memonitoring dan mengawasi tindaklanjut panitia pengawas kecamatan (Panwascam) terkait banner Majelis Taklim Rahmat Hidayat (MTRH) Lampung yang terpasang di empat kantor kelurahan dan kecamatan Telukbetung Barat (TBB). Meski banner yang bergambar Hj. Eva Dwiana Herman HN sebagai ketua MTRH sekedar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa I Ramadhan 1439 Hijriah.

“Sementara ini yang baru ada laporan dari Panwascam Kecamatan TBB aja. Ini nanti akan ditangani Panwascam untuk menelusuri, mengumpulkan data - data dan mengundang klarifikasi. Tapi kita tetap memonitoring perkembangannya,” kata koordinator divisi penanganan pelanggaran lanwaslu Bandarlampung, Yahnu Wigono Sanyoto, senin (28/5/2018).

"Berdasarkan informasi dari Panwascam, banner tersebut dipasang antara hari sabtu – minggu (26 - 27/5). Ini kan hari libur kerja, artinya kita bisa saja berprasangka baik kalau anggota kelurahan tidak mengetahui jika banner itu dipasang,” ungkapnya.

Tetapi, lanjutnya, jika sampai hari ini banner itu masih didiamkan atau belum diturunkan, pihaknya meminta Panwascam setempat untuk menindaklanjutinya. Karena ini ada dugaan  yang mengarah pada ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) pada pilgub 27 Juni 2018.

“Panwaslu memiliki waktu tujuh hari sejak ditemukan banner tersebut untuk menindaklanjutinya. Kalau saya mendapat informasi itu dari kemarin (minggu),” ujarnya.

Ia berharap, tim pemenangan, juru kampanya dan pasangan calon gubernur – wakil gubernur bisa tertib dalam menyemarakan ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

“Sehingga seperti ini tidak terjadi lagi, apalagi itu terpasang di kantor milik pemerintah. Kita tahu APK pemilu yang resmi sekalipun tidak bisa dipasang di kantor milik pemerintah, kan gitu. Kita kan tahu juga di MTRH itu ada ibu Eva sebagai ketua, anggota DPRD Lampung dan istri salah satu paslon yang juga wali Kota Bandarlampung non aktif. Jadi biarlah birokrasi itu bersikap netral atau tidak memihak ke salah satu paslon,” pungkasnya.

Menurut juru bicara Herman HN, Rahmat Husen, itukan (banner) ngucapin puasa. Bukan ajakan milih.

"Lah plt walikota nggak cuti dan hadir kampanye aja dibiarin panwas kota. Celamitan ah. (*)
Share:

Nasional

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog