Soal Video yang Beredar, Ini Penjelasan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid





setialampung - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid angkat bicara terkait beredarnya video berdurasi 21 detik yang berisikan dirinya beradu argumen dengan petugas di lokasi rumah/gudang yang disinyalir tempat logistik pasangan calon gubernur Lampung - wakil gubernur Lampung, Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim.


Nusron Wahid melalui pesan whatsapp yang diterima setialampung.co.id pukul 16.20 WIB menjelaskan, pada hari jumat (25/5/2018) dirinya sedang melaksanakan kunjungan  dinas ke Lampung Tengah untuk melaksanakan sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI.

Kemudian, kata Nusron, usai kegiatan, ia melanjutkan perjalanan ke desa Trimulyo Lampung Barat untuk memenuhi undangan warga NU di sana dalam rangka mengisi pengajian dan tausiyah ramadhan.

"Di perjalanan saya ketemu dengan anggota DPRD Lampung Utara, H. Ruslani, kebetulan di pinggir jalan di Bukit Kemuning. Terus saya silaturrahmi di rumahnya.  Sekitar 20 menit dapat informasi ada kader Golkar dan PKB yg sedang pakcaging sarung dan jilbab yang merupakan barang legal menurut KPU dan Bawaslu di gudang H. Ruslan diserbu dan dipukul polisi," katanya.

Mendengar itu, lanjutnya, ia diajak H. Ruslan ke lokasi. Terus menjelaskan duduk perkaranya dengan aparat.

"Saya membela kader Golkar dan PKB dari tindakan kekerasan dari oknum aparat. Tapi akhirnya kita damaikan dan ternyata salah informasi, dikira membagi-bagi uang. Setelah itu selesai dan tidak terjadi apa - apa dan kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Lampung Barat, sebab sudah ditunggu jamaah.

"Jadi tidak benar saya diciduk atau tertangkap basah gakkumdu. Itu jelas ngawur dan insinuatif. Berita itu sengaja dibuat oleh pihak - pihak tertentu yang mulai panik karena pasangan cagub nomor 3 yang didukung Partai Golkar, PKB dan PAN makin hari makin menguat, dan sudah ada tanda kemenangan," ungkapnya. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog