Tim Gakkumdu Pesisir Barat Telusuri Dugaan Politik Uang Herman HN - Sutono

Foto - foto: ist.

setialampung - Tim sentra Gakkumdu, kejaksaan dan kepolisian terus menelusuri kasus dugaan politik uang pasangan calon gubernur Lampung nomor urut 2, Herman HN - Sutono. Dimana salah satu jurkam Herman HN - Sutono diduga membagi - bagikan amplop berisikan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.


Kordiv pencegahan dan hubungan antar lembaga (PHL), Panwaslu Pesisir Barat, Heri Kiswanto menjelaskan, proses dugaan politik uang tersebut juga turut ditelusuri oleh koordinator divisi hukum dan penindakan pelanggaran (HPP) Panwaslu Pesisir Barat untuk menguatkan saksi- saksi.

“Saat ini ketiga unsur tersebut sedang menelusuri lebih dalam. Tetapi kami juga ikut menguatkan saksi dan bukti. Dan bila memang dugaannya seperti itu, akan kita frontier ke dalam UU nomor 10 tahun 2016. Bila sudah memenuhi unsur bisa langsung teregistrasi untuk dilanjutkan ke penyelidikan dan penyidikan,” kata Heri, minggu (27/5/2018).

Heri mengatakan, meski sudah memenuhi unsur dan bukti, prosesnya akan ditindak langsung oleh Sentra Gakumdu .

“Kami (Panwaslu) belum bisa menentukan karena harus memenuhi kajian di Gakumdu. Tapi yang jelas dugaan politik uang itu memang dilakukan pasangan calon gubernur Lampung nomor urut 2, Herman HN - Sutono,” tegas Heri.

Diketahui, kampanye dialogis dilaksanakan di Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, yang dihadiri bakal calon saksi untuk paslon nomor urut 2, Herman HN - Sutono, dari 5 Kecamatan, yaitu, Kecamatan Bangkunat, Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan dan Way Krui.

Kegiatan itu berlangsung pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Kegiatan juga dihadiri juru kampanye paslon nomor 2, Ustad Ismail Saleh, Lakat Amin, Rahma Wati dan Zaidi (kordinator saksi kecamatan Bangkunat).

Saat ditelusuri, terdapat dugaan pelanggaran politik uang (money politics) yang terjadi di lapangan depan Gedung Sekolah MTS, yang diduga dilakukan Zaidi selaku Kordinator Saksi kecamatan Bangkunat dengan cara membagi-bagikan amplop yang berisikan uang dua lembar pecahan senilai Rp100 ribu dan satu lembar pecahan Rp50 ribu.

Temuan itu langsung ditemukan oleh Kordiv HPP ABD Kodrat S, Efriansyah selaku staff Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, serta seluruh jajaran Panwascam Ngambur dan Krui Selatan. Atas kejadian tersebut Panwaslu Pesibar menyita 1 kaos bergambar depan dan bertuliskan ‘pilihan kita nomor urut 2’, logo partai PDI Perjuangan bergambar Herman HN - Sutono, serta satu buah amplop yang sudah terbuka dan satu lembar uang senilai Rp50 ribu yang diperoleh dari salah satu calon saksi Kecamatan Bangkunat atas nama Zaidi.

Padahal, sebelum ditemukan dugaan politik uang tersebut dan sebelum memasuki tahapan kampanye, Kordiv PHL Heri Kiswanto sudah melakukan pencegahan serta himbauan kepada seluruh tim paslon, namun hal itu tetap terjadi. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed